Danantara Indonesia Siapkan 4 Proyek Prioritas Senilai Rp202,4 Triliun Pada 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 23:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani bersama jajaran menteri bidang ekonomi dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. (Antara/ Muhammad Heriyanto) CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani bersama jajaran menteri bidang ekonomi dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. (Antara/ Muhammad Heriyanto) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyiapkan investasi besar pada tahun 2026 dengan menggarap empat proyek strategis yang telah ditetapkan sebagai prioritas. Total nilai investasi yang dialokasikan untuk keempat proyek tersebut mencapai Rp202,4 triliun.

Empat proyek itu masing-masing diberi nama Proyek Wamena, Proyek Cordova, Proyek Fukuoka, dan Proyek Johor. Seluruhnya dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat struktur industri dalam negeri.

"Tahun ini, selain 20 proyek hilirisasi, tetapi juga proyek waste to energy, juga investasi fasilitas caustic soda, perkembangan data center, platform bersama global operator, dan juga investasi di Australia itu kurang lebih ini nilai-nilainya," ujar CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Proyek pertama, Proyek Wamena, difokuskan pada pembangunan fasilitas Waste to Energy (WtE) di 33 kota dengan nilai investasi Rp84 triliun. Program ini ditargetkan mampu menghasilkan multiplier effect hingga 10 kali lipat dari nilai investasinya.

Baca Juga: Demi Perkuat Produksi Kapal Nelayan, Danantara Siapkan Konsolidasi BUMN Galangan Kapal

Proyek kedua, Proyek Cordova, merupakan pengembangan fasilitas caustic soda guna mendukung agenda hilirisasi industri nasional. Investasi yang disiapkan untuk proyek ini sebesar Rp13,4 triliun dengan proyeksi multiplier effect mencapai lima kali lipat.

Selanjutnya, Proyek Fukuoka diarahkan pada pengembangan Data Center Platform bersama operator global. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp21 triliun dan ditargetkan memberi dampak ekonomi enam kali lipat.

Adapun Proyek Johor berfokus pada sektor agrikultur dengan nilai investasi Rp84 triliun. Proyek ini diproyeksikan menciptakan multiplier effect sebesar dua kali lipat.

Sebelumnya, pada 6 Februari 2026, Danantara Indonesia telah melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk enam proyek hilirisasi tahap pertama. Total nilai investasi tahap awal tersebut mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun yang tersebar di 13 daerah.

Baca Juga: Prabowo Minta Kampus hingga Danantara Majukan Teknologi Pengolahan Sampah

Rosan menilai proyek-proyek tersebut akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi daerah.

“Alhamdulillah pada hari ini kita baru saja melakukan hal yang sangat penting. Bukan hanya dari segi investasi, tapi juga dari sisi membuat lapangan pekerjaan, dari segi pertumbuhan daerah dan pertumbuhan nasional, tentunya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Rosan.

Enam proyek pada fase pertama itu mencakup pembangunan dua fasilitas hilirisasi bauksit senilai sekitar 3 miliar dolar AS, pengembangan bioavtur, bioetanol, industri garam, serta integrated poultry atau peternakan ayam terintegrasi.

Keseluruhan proyek tersebut dinilai selaras dengan program prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi dan menjaga ketahanan industri nasional.

(Sumber: Antara) 

x|close