Danantara Akan Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Bulan Depan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 23:30
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu 26 November 2025 ANTARA/Bayu Saputra/pri. Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu 26 November 2025 ANTARA/Bayu Saputra/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - COO Danantara Dony Oskaria menjelaskan peta jalan (roadmap) yang ditempuh Danantara untuk mendorong kebangkitan Indonesia di sektor industri. 

Dony menjelaskan Danantara telah melakukan sejumlah langkah di hulu dan hilir di sejumlah sektor industri. Salah satunya adalah hilirisasi baja yang sedang didorong untuk mendukung kebangkitan Krakatau Steel dalam industri baja. 

Dony memaparkan sejumlah strategi korporasi yang tak hanya didorong untuk menyehatkan perusahaan, melainkan juga menjadikan perusahaan nasional ini sebagai pemain utama  dalam industri baja dunia. 

“Kita ingin ke depan industri kita bertumbuh dan berkembang dengan baik, karena itu beberapa proyek sedang kami (Danantara) lakukan," ucap Dony dalam keterangan tertulisnya, Kamis 5 Februari 2026.

Baca juga: CEO Danantara Target Pemangkasan BUMN Rampung 2026

"Pertama adalah berkaitan dengan baja, termasuk di dalamnya adalah kita melakukan perbaikan terhadap Krakatau Steel. Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial dan lantas sudah melakukan intervensi dan juga perbaikan terhadap kesehatan daripada perusahaan,” lanjutnya.

Salah satu proyek hilirisasi yang dilakukan Danantara tahun ini adalah pengembangan hulu (upstream) dari industri baja. 

”Yang akan segera kita groundbreaking di bulan depan, itu untuk penambahan kapasitas tiga juta ton daripada baja kita,” kata Dony. 

Penambahan kapasitas baja juga diiringi strategi Danantara memaksimalkan penyerapan kebutuhan baja nasional. Sejumlah BUMN di sektor industri manufaktur akan menjadi penyerap utama  stok baja produksi Krakatau Steel. 

Industri manufaktur BUMN seperti perkapalan dan kereta api akan menggunakan baja dari Krakatau Steel sebagai penyedia di hulu. Sedangkan hasil dari produksi manufaktur kapal atau kereta api juga akan diserap BUMN di bidang penyedia jasa transportasi di sisi hilir. 

“Kita akan mewajibkan seluruh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan manufaktur kapal yang berada dalam lingkup Danantara itu diwajibkan dilakukan di PT PAL.," jelasnya.

Baca juga: Danantara Jadwalkan Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi Besok

Tujuannya adalah untuk meningkatkan industri perkapalan termasuk di dalamnya PT PIS, PT PELNI, PT ASDP ini kita wajibkan untuk melakukan manufaktur kebutuhan kapal.

Dengan penataan industri di hulu hingga hilir diharapkan industri bisa tumbuh secara merata dan masif. 

“Dan sekali lagi tujuannya adalah untuk mengembangkan industri kita ke depan, sebagaimana kita yakini di dalam roadmap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirancang oleh Bapak Presiden Prabowo, bahwa basis pertumbuhan kita ke depan adalah industri” kata Dony menegaskan.  

Tak hanya PT PAL, INKA sebagai manufaktur di sektor perkeretaapian juga akan menjadi penyerap utama dari baja Krakatau Steel. 

“Yang kedua adalah berkaitan dengan PT INKA. PT INKA ini juga kita kembangkan, ada tiga manufaktur yang sudah kita miliki, satu di Madiun, satu di Banyuwangi dan kita akan menambah lagi di Banyuwangi. Ini kami juga mewajibkan bahwa seluruh perbaikan daripada industri kereta api kita ke depan itu akan diwajibkan dilakukan di PT INKA, termasuk juga manufakturnya,” Ujar Dony. 

x|close