Ntvnews.id, Jakarta - Perusahaan teknologi Meta mengumumkan akan menghentikan operasional situs web mandiri Messenger di alamat messenger.com mulai April 2026. Dengan kebijakan ini, aktivitas berkirim pesan melalui komputer hanya dapat dilakukan lewat situs Facebook atau aplikasi Messenger di perangkat seluler.
Mengutip laporan Tech Crunch pada Jumat, 20 Februari 2026, setelah layanan messenger.com ditutup, pengguna yang mengakses pesan melalui peramban akan otomatis diarahkan ke laman facebook.com/messages.
Meta memastikan bahwa perubahan ini tidak akan menghapus riwayat percakapan. Pengguna tetap dapat melanjutkan obrolan mereka di platform yang tersedia tanpa kehilangan data pesan sebelumnya. Namun, bagi pengguna yang memakai Messenger tanpa akun Facebook, akses percakapan hanya bisa dilakukan melalui aplikasi Messenger versi seluler.
Perusahaan juga menjelaskan bahwa riwayat obrolan dapat dipulihkan dengan menggunakan PIN yang dibuat saat proses pencadangan data. Apabila pengguna lupa PIN tersebut, tersedia opsi untuk melakukan pengaturan ulang atau reset.
Keputusan ini menyusul langkah Meta beberapa bulan sebelumnya yang menghentikan aplikasi desktop mandiri Messenger untuk sistem operasi Windows dan Mac. Saat itu, pengguna aplikasi desktop juga diarahkan untuk mengakses layanan pesan melalui situs Facebook, bukan lagi melalui messenger.com.
Ilustrasi - Logo tiga dimensi Meta. (REUTERS/Dado Ruvic) (Antara)
Baca Juga: Meta Tutup Hampir 550 Ribu Akun Anak Usai Larangan Medsos di Australia
Perubahan kebijakan ini pertama kali terungkap oleh reverse engineer Alessandro Paluzzi. Kini, Meta mulai menginformasikan penghentian layanan tersebut melalui notifikasi pop-up di situs maupun aplikasi Messenger.
Sebagian pengguna menyampaikan ketidakpuasan mereka di media sosial. Mereka menilai kebijakan ini memaksa pengguna kembali mengandalkan situs Facebook untuk berkirim pesan, termasuk bagi mereka yang telah menonaktifkan akun Facebook.
Di sisi lain, konsolidasi platform dinilai dapat membantu Meta menyederhanakan pengelolaan layanan sekaligus menekan biaya operasional karena tidak lagi perlu mengelola berbagai platform pesan secara terpisah.
Messenger sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2008 dengan nama Facebook Chat. Pada 2011, Facebook meluncurkan aplikasi Messenger sebagai layanan terpisah. Bahkan pada 2014, fitur pesan sempat dihapus dari aplikasi utama Facebook untuk mendorong penggunaan Messenger.
Namun pada 2023, perusahaan kembali mengintegrasikan Messenger ke dalam aplikasi Facebook sebagai bagian dari strategi penyatuan layanan.
Baca Juga: Meta Hentikan Aplikasi Facebook Messenger Versi Desktop Untuk Mac Dan Windows
(Sumber: Antara)
Logo Messengers. ANTARA/HO-Meta. (Antara)