Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah unggahan di media sosial Facebook menarasikan bahwa air yang berada di kawasan sinkhole atau lubang runtuhan di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, disebut memiliki pH 8,4 sehingga dinilai baik bagi kesehatan dan dipercaya dapat memberikan manfaat hingga kesembuhan.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan warga datang ke lokasi sinkhole untuk mengambil air sebagai oleh-oleh karena airnya tampak jernih dan diyakini memiliki khasiat bagi tubuh. Bahkan, air dari lubang runtuhan itu dipercaya mampu memberikan efek penyembuhan bagi sejumlah penyakit.
Unggahan lain turut menampilkan klaim hasil uji laboratorium yang mencantumkan nilai pH air sebesar 8,4, suhu air 26,4 derajat Celsius, serta pH tanah di sekitar sinkhole sebesar 5,37.
Baca Juga: ESDM Turunkan Tim Ahli Badan Geologi Kaji Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota
Salah satu unggahan menuliskan narasi sebagai berikut:
“Air fenomena sinkhole di percaya berikan kesembuhan tidak hanya sebagai wisata dadakan,kini warga yang datang ke lokasi lubang besar dan memiliki air jernih yang tercipta akibat fenomena Sinkhole di situjuah batua, lima puluh kota sekarang bisa mengambil air tersebut untuk di bawa pulang sebagai oleh-oleh karena telah berkunjung. Bahkan,sejumlah warga percaya bahwa air yang muncul dari lubang besar tersebut bisa memberikan manfaat terhadap tubuh serta berharap bisa memberikan kesembuhan”
Unggahan lainnya juga mencantumkan keterangan hasil pengujian sebagai berikut:
“Hasil Pengujian Laboratorium Terhadap Sampel Air dan Kondisi Lingkungan di Lokasi Sinkhole di Nagari Situjuah Batua
pH tanah/lingkungan sinkhole : 5,37
pH air : 8,4
Suhu air : 26,4°C”
Namun demikian, klaim bahwa air sinkhole tersebut aman dan bermanfaat bagi kesehatan dipastikan tidak benar.
Baca Juga: Air Sinkhole di Sumbar Mengandung Bakteri Tinggi, Wagub Vasko Peringatkan Warga Tak Minum Langsung
Unggahan yang menarasikan air sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar memiliki pH 8,4 sehingga baik untuk kesehatan. Faktanya, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menegaskan bahwa air di lokasi sinkhole justru mengandung bakteri E. coli dan memiliki tingkat keasaman di bawah pH 6,5, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi. (Facebook) (Antara)
Baca Juga: Fenomena Sinkhole di Sumbar Disorot, Benarkah Sesuai Ramalan Hard Gumay Soal Wisata Mendunia?
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menegaskan bahwa air di lokasi sinkhole justru tidak layak untuk dikonsumsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, air tersebut mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) dan memiliki tingkat keasaman di bawah pH 6,5.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan air dari lokasi sinkhole untuk tujuan kesehatan maupun pengobatan.
"Tidak ada air ini (air sinkhole) untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada," kata Wagub Sumbar Vasko Ruseimy, dikutip dari ANTARA.
Vasko juga menekankan bahwa fenomena sinkhole merupakan peristiwa alam murni yang tidak memiliki keterkaitan dengan unsur mistis maupun klaim kemampuan menyembuhkan penyakit. Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi membahayakan kesehatan.
(Sumber: Antara)
Arsip - Tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan pemeriksaan dan kajian fenomena sinkhole yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. (Antara/Fandi Yogari) (Antara)