Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp654,9 miliar di pasar saham Indonesia pada perdagangan hari Senin 2 Februari 2026.
Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan aksi beli bersih investor asing pada hari ini, dilakukan setelah mereka melakukan aksi jual bersih (net sell) sepanjang empat hari pada pekan lalu.
“Ternyata setelah empat hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell dari foreign,” ucapnya dalam di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin 2 Februari 2026.
Kiky menjelaskan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada indeks di Indonesia, namun juga terjadi pada bursa-bursa di kawasan Asia, dengan salah satu contohnya Korea Selatan yang menerapkan trading halt pada Indeks Kospi pada perdagangan hari ini.
Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir dan sejumlah petinggi OJK serta PT Bursa Efek Ind (Antara)
Baca juga: Prabowo Percepat Reformasi Pasar Modal, Tindak Tegas 'Saham Gorengan'
“Secara regional, indeks-indeks di regional juga minus ya, kalau kita lihat di Kospi Korea itu minusnya bahkan jauh lebih dalam 5,4 persen, kemudian di Hong Kong, kemudian India, Singapura dan China juga secara regional melemah,” ujar Kiky.
Dengan demikian, menurutnya, meskipun mengalami pelemahan namun masih terdapat hal positif yang dapat dicermati di pasar saham Indonesia
“Jadi kita melihatnya ini juga untuk perspektif yang lebih luas dan lebih global. Jadi market kita hari ini walaupun turun tapi ada hal-hal baik yang bisa kita lihat,” ujar Kiky.
Kiky menjelaskan bahwa saham-saham yang mengalami penurunan pada hari ini yaitu saham-saham yang selama ini memang valuasinya sudah tinggi, sementara untuk saham-saham yang berfundamental bagus, cenderung mengalami kenaikan pada hari ini.
“Jadi, ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini, tetapi saham-saham yang turun hari ini kebanyakan adalah dari saham-saham memang secara harganya sudah naiknya terlalu tinggi,” ujar Kiky.
Dalam kesempatan ini, OJK dan SRO memastikan bahwa seluruh perdagangan di pasar modal Indonesia akan dilakukan secara teratur, wajar dan efisien.
Baca juga: Rosan Roeslani: Investor Asing Berpeluang Jadi Pemegang Saham BEI Usai Demutualisasi
“Kami ingin memastikan bahwa OJK bersama seluruh SRO memastikan ya seluruh perdagangan dilakukan secara teratur wajar efisien,” ujar Kiky.
Pada penutupan perdagangan BEI pada Senin (02/02) sore, IHSG ditutup melemah 406,88 poin atau 4,88 persen ke posisi 7.922,73.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 27,29 poin atau 3,27 persen ke posisi 806,24.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.949.040 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,41 miliar lembar saham senilai Rp29,17 triliun. Sebanyak 58 saham naik 720 saham menurun dan 36 tidak bergerak nilainya. (Sumber:Antara)
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Antara)