BPS: Cabai Rawit Hingga Telur Ayam Ras Jadi Penyumbang Deflasi Januari 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 16:05
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Cabai (ANTARA) Cabai (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen (m-to-m) atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026. 

Adapun tahun sebelumnya, deflasi pada bulan Januari tercatat lebih dalam yaitu 0,76 persen. 

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS mengatakan kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi sebesar 1,03 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,30 persen. 

"Komoditas yang dominan mendorong deflasi kelompok ini adalah cabai merah dengan andil deflasi 0,16 persen, cabai rawit dengan andil deflasi 0,08 persen, bawang merah dengan andil deflasi 0,07 persen, daging ayam ras dengan andil deflasi 0,05 persen, dan telur ayam ras dengan andil deflasi 0,03 persen,” ucap Ateng, Senin 2 Februari 2026.

Baca juga: BPS Catat Kunjungan Wisman Desember 2025 Naik 14,43 Persen, Tembus 1,41 Juta

Selain itu, terdapat komoditas yang masih memberikan andil inflasi pada Januari 2026, diantaranya emas perhiasan dengan andil inflasi 0,16 persen, ikan segar dengan andil inflasi 0,06 persen, dan tomat dengan andil inflasi 0,02 persen. 

Berdasarkan komponen, deflasi bulan Januari 2026 utamanya didorong oleh deflasi komponen bergejolak dengan andil deflasi sebesar 0,33 persen. 

Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. 

Selanjutnya komponen harga diatur pemerintah memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada kelompok ini adalah bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota. 

Baca juga: BPS Catat Indonesia Deflasi 0,15 Persen pada Januari 2026

Sementara itu, komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,24 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi  pada komponen inti adalah emas perhiasan, sewa rumah, sepeda motor dan nasi dengan lauk. 

Menurut wilayah, secara bulanan tercatat 20 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 18 provinsi lainnya mengalami deflasi. 

Deflasi terdalam tercatat di Sumatera Barat sebesar 1,15 persen. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 1,48 persen. 

x|close