Pesan Kepala BPS untuk Mahasiswa STIS yang Diterjunkan ke Lokasi Bencana Sumatera

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 23:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti ( NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) RI mendukung pemulihan terdampak bencana di wilayah Sumatera dengan melibatkan ratusan mahasiswa Politeknik Statistika STIS.

Melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), 510 mahasiswa diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk melakukan pendataan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara komprehensif dan terukur.

Langkah ini menjadi strategi BPS dalam menghadirkan data statistik pascabencana yang akurat, mutakhir, dan relevan. Data tersebut akan menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan pemulihan yang tepat sasaran dan berbasis bukti di wilayah terdampak.

Pelepasan mahasiswa PKL STIS dilaksanakan di Kampus STIS, Jakarta Timur, pada Selasa, 13 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pesan khusus kepada para mahasiswa yang akan menjalankan tugas di lapangan.

Amalia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas selama menjalankan PKL di daerah bencana. Ia meminta para mahasiswa bekerja dengan penuh dedikasi, tanggung jawab, serta semangat yang positif, meskipun berada di situasi yang menantang.

Pelepasan Petugas PKL Politeknik Statistika STIS <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pelepasan Petugas PKL Politeknik Statistika STIS (NTVNews.id/Adiansyah)

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa STIS dalam pendataan di wilayah terdampak bencana merupakan pengalaman pertama dalam sejarah PKL STIS. Meski demikian, Amalia meyakini pengalaman ini akan menjadi pembelajaran hidup sekaligus pembelajaran profesional yang sangat berharga bagi para mahasiswa.

"Terus terang ini adalah pengalaman pertama kali PKL kita terjunkan ke daerah terdampak bencana. Belum pernah sebelumnya," ucapnya.

Lebih lanjut, Amalia mengingatkan bahwa data yang dikumpulkan bukan sekadar deretan angka statistik. Data kebencanaan tersebut memiliki makna besar karena akan menentukan arah kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Ia menegaskan, data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berkualitas pula. Dengan statistik kebencanaan yang akurat dan terpercaya, intervensi pemerintah dapat dilakukan secara lebih tepat, efektif, dan berkelanjutan demi pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

"Tadi juga saya sampaikan bahwa statisik kebencanaan yang mereka kumpulkan bukan sekedar angka," tutupnya.

x|close