Menkes Buka Suara soal Tiket Mahal Relawan ke Aceh hingga Harus Lewat Malaysia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 08:07
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Dok. NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akhirnya angkat bicara menanggapi sorotan publik terkait mahalnya harga tiket pesawat rute Jakarta–Aceh yang berdampak pada pengiriman relawan kesehatan ke wilayah bencana. Ia menegaskan, kondisi tersebut bersifat sementara dan hanya terjadi saat puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (12/1/2026), Budi meluruskan bahwa keterbatasan tiket penerbangan domestik saat Nataru memaksa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil jalur alternatif melalui penerbangan internasional. Langkah itu dilakukan semata-mata demi efisiensi biaya dan keberlanjutan misi kemanusiaan.

Menurut Budi, pada periode liburan akhir tahun, seluruh tiket kelas ekonomi rute domestik menuju Aceh dan sekitarnya telah habis terjual. Akibatnya, para relawan hanya memiliki opsi menggunakan tiket kelas bisnis yang harganya bisa melonjak hingga dua kali lipat, bahkan lebih, dibandingkan kelas ekonomi.

Situasi tersebut menjadi tantangan serius mengingat Kemenkes secara rutin mengirimkan sekitar 700 hingga 1.000 relawan kesehatan setiap dua minggu. Jika seluruh relawan harus menggunakan tiket kelas bisnis, biaya transportasi dan akomodasi akan meningkat signifikan dan berpotensi membebani anggaran negara.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Samakan Trump dengan Firaun

"Pemerintah juga memberi diskon liburan pada tiket, sehingga pada masuk ke sana semua, sehingga nggak kebagian para relawan-relawan, hanya tiket-tiket business class yang mahal," kata Menkes Budi dalam konferensi pers daring, Senin (12/1/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian wilayah terdampak bencana di Aceh justru lebih mudah diakses melalui Medan dibandingkan langsung dari Banda Aceh. Faktor jarak dan kemudahan akses ini turut memengaruhi keputusan pemilihan rute penerbangan.

"Nah pas deket-deket akhir tahun khususnya ke Medan, karena masuknya tuh kalau untuk misalnya Bener Meriah, Langkat, lalu Tamiang, Aceh Tengah itu masuknya dari Medan lebih deket lebih mudah, daripada masuknya dari Banda Aceh," sambungnya.

Budi memastikan bahwa kondisi tersebut kini telah berangsur normal. Seiring berakhirnya musim liburan, harga tiket penerbangan domestik kembali stabil dan ketersediaan kursi meningkat. Dengan demikian, Kemenkes tidak lagi perlu mengandalkan jalur internasional untuk mengirim relawan.

"Untuk minggu kedua Januari atau minggu ketiga Januari kami akan kirim lagi, kita lihat traffic-nya sudah kembali ke normal jadi kita akan memakai jalur penerbangan domestik," tegasnya.

Baca Juga: Kilang RDMP Balikpapan Beroperasi, Indonesia Bisa Hemat Devisa Rp60 Triliun per Tahun

Sempat Disangka Relawan Malaysia

Dalam kesempatan yang sama, Budi juga menceritakan pengalaman unik saat ratusan relawan Kemenkes memasuki Aceh melalui Malaysia. Sebanyak sekitar 400 relawan mengenakan seragam biru dan tiba melalui jalur internasional, yang kemudian terekam dalam video dan viral di media sosial.

Akibatnya, sebagian warganet keliru mengira rombongan tersebut merupakan relawan kesehatan asal Malaysia yang datang membantu Aceh.

"Masuk tuh relawan Kemenkes tuh 400 dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini keluar di IG 'Alhamdullilah relawan kesehatan Malaysia datang'," ujar Budi.

Ia menegaskan, para relawan tersebut sepenuhnya berasal dari Indonesia dan jalur Malaysia hanya dipilih sebagai solusi sementara di tengah mahalnya tiket domestik saat puncak arus liburan.

x|close