Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) bakal merekrut 190 ribu petugas untuk melakukan sensus ekonomi nasional tahun 2026.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, perekrutan petugas sensus ekonomi 2026 akan dilakukan dari kalangan mahasiswa.
Dalam hal ini, perekrutan rencananya akan dimulai pada Februari 2026.
"Kami akan melakukan rekrutmen sekitar 190.000 orang petugas sensus ekonomi 2026," ujar Amalia dikutip, Senin 19 Januari 2026.
Baca juga: Pesan Kepala BPS untuk Mahasiswa STIS yang Diterjunkan ke Lokasi Bencana Sumatera
Amalia mengatakan pihaknya juga mengajak mahasiswa untuk mensukseskan pelaksanaan sensus ekonomi 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa besaran gaji bagi petugas sensus akan disesuaikan dengan wilayah penugasan masing-masing.
"Rp3-Rp5 juta per bulan tergantung wilayah juga," bebernya.
Adapun Sensus Ekonomi Nasional 2026 (SE2026) merupakan pendataan berskala besar oleh BPS untuk memotret seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia.
Baca juga: BPS Libatkan Ratusan Mahasiswa STIS Turun ke Lokasi Bencana Sumatera untuk Pendataan Pascabencana
Sensus tersebut akan dilaksanakan pada Mei-Juli 2026 untuk mendapatkan data akurat sebagai landasan kebijakan pembangunan ekonomi, termasuk UMKM, ekonomi digital, dan sektor informal.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti (NTVNews.id/Adiansyah)