Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) RI turut mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di wilayah Sumatera dengan melibatkan ratusan mahasiswa Politeknik Statistika STIS.
Melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), para mahasiswa akan diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk melakukan pendataan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara menyeluruh dan terukur.
Program ini menjadi langkah strategis BPS dalam menyediakan data statistik yang akurat, mutakhir, dan relevan sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Mendagri Tegaskan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera Jadi Prioritas
Pelepasan Petugas PKL Politeknik Statistika STIS (NTVNews.id/Adiansyah)
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa total personel yang akan dikerahkan mencapai sekitar 560 orang. Rinciannya, sebanyak 510 mahasiswa STIS akan didampingi oleh sekitar 50 pegawai dan sivitas akademika BPS.
"Jadi, sekitar 510 mahasiswa, ditambah 50 personal tambahan yang akan kita deploy atau mobilisasi ke daerah terdampak bencana," ucap Amalia usai pelepasan petugas PKL STIS di kampus STIS Jakarta Timur, Selasa, 13 Januari 2026.
Para mahasiswa dan pendamping akan bertugas selama kurang lebih dua minggu untuk mengumpulkan berbagai data penting di lapangan. Data tersebut nantinya menjadi dasar analisis kondisi wilayah pascabencana, sekaligus pembanding dengan kondisi pra-bencana yang sebelumnya telah dimiliki BPS.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Gelar Perayaan Natal, Demokrat Ajak Masyarakat Bantu Korban Bencana Sumatera
Amalia menambahkan, BPS telah memiliki basis data pra-bencana, seperti data potensi desa dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN. Dengan demikian, data hasil pendataan lapangan akan disandingkan secara komprehensif untuk melihat perubahan kondisi sebelum dan sesudah bencana.
"Sehingga nanti data yang dikumpulkan oleh para mahasiswa ini akan kita sandingkan dengan kondisi pra-bencana sehingga kita lihat sebelum dan setelah bencana," ungkapnya.
Adapun pendataan lapangan ini akan berlangsung pada 15-26 Januari 2026, dengan sasaran infrastruktur pelayanan publik dan rumah tangga terdampak bencana.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti (NTVNews.id/Adiansyah)