Ntvnews.id, Bogor - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,88 persen pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, dipicu oleh sikap pelaku pasar yang masih menanti kepastian terkait pergantian Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia menjelaskan, pergerakan naik turun IHSG merupakan dinamika yang lazim terjadi di pasar modal, terutama saat berlangsung masa transisi kepemimpinan di OJK yang memunculkan ketidakpastian sementara.
“Biar saja sih. Habis naik, turun, naik, turun. Kan ada pergantian baru lagi kan? Pergantian ketua OJK-nya, mungkin market masih menunggu. Ini kan masih sementara kan, siapa ketua OJK-nya, mungkin masih menunggu ketidakpastian itu,” kata Purbaya di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Meski IHSG melemah, Purbaya berpandangan kondisi tersebut justru dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan pembelian saham pada harga yang lebih rendah.
Baca Juga: Prabowo Minta Garuda Indonesia Ikuti Perkembangan Teknologi Penerbangan Global
“Tapi seharusnya, kalau saya sih, saya akan serok ke bawah,” jelas dia.
Dalam pandangannya, pelemahan IHSG tidak mencerminkan memburuknya kondisi ekonomi nasional. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih solid, tidak mengalami perubahan negatif, dan bahkan diperkirakan terus membaik ke depan.
“Akan membaik terus ke depan,” jelas dia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yakin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa tembus level 10.000 pada 2026. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)
Pada perdagangan hari ini, Senin, 22 Februari 206, IHSG memang ditutup di zona merah. Indeks terperosok 406,88 poin atau 4,88 persen ke level 7.922,73. Data Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG dibuka pada level 8.306,16, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.329,61. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 7.820,23 hingga 8.313,06.
Volume transaksi tercatat mencapai 47,53 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 28,91 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,888 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp 14.239 triliun.
Tekanan jual mendominasi hampir seluruh saham yang diperdagangkan. Tercatat 753 saham melemah, hanya 63 saham yang menguat, dan 142 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan kuatnya sentimen negatif di pasar domestik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)