Infografik: Pemerintah Jaga Stabilitas IHSG di Tengah Gejolak Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 14:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemerintah bergerak cepat merespons gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat dinamika global. Sejumlah reformasi pasar modal dipercepat untuk menjaga stabilitas, memperkuat likuiditas, dan meningkatkan kepercayaan investor. Pemerintah bergerak cepat merespons gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat dinamika global. Sejumlah reformasi pasar modal dipercepat untuk menjaga stabilitas, memperkuat likuiditas, dan meningkatkan kepercayaan investor. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah bergerak cepat merespons gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi akibat dinamika global. Sejumlah reformasi pasar modal dipercepat untuk menjaga stabilitas, memperkuat likuiditas, serta meningkatkan kepercayaan investor. Langkah tersebut diambil menyusul fluktuasi IHSG sepanjang Januari 2026 yang sempat mengalami tekanan signifikan.

Berdasarkan data, IHSG sempat melemah hingga 7,35 persen pada 28 Januari 2026, bertepatan dengan pengumuman proses review dan rebalancing saham-saham Indonesia oleh MSCI. Namun, setelah pemerintah mengumumkan paket reformasi pasar modal pada Kamis, 30 Januari 2026, IHSG ditutup menguat 1,18 persen, mencerminkan respons positif pasar terhadap kebijakan yang disampaikan.

Paket kebijakan tersebut mencakup percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), peningkatan free float saham, serta peningkatan batas investasi saham institusi. Struktur BEI akan diubah dari organisasi berbasis anggota menjadi perseroan terbatas, dengan target penyelesaian peraturan pemerintah pada kuartal I 2026. Selain itu, batas minimum free float emiten berkapitalisasi besar dinaikkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen, serta batas investasi saham dana pensiun dan perusahaan asuransi meningkat dari 10 persen menjadi 20 persen.

Baca Juga: Mensesneg Yakin IHSG Bangkit, Pelemahan Jadi Momentum Reformasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, “Pemerintah komitmen untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia. Mari kita jaga melalui transparansi, dan komitmen pada standar internasional.”

Pemerintah juga mengimbau investor untuk tetap tenang menghadapi volatilitas jangka pendek, mencermati fundamental ekonomi dan kinerja emiten, serta melakukan diversifikasi portofolio investasi sesuai profil risiko.

Berikut Infografiknya: 

Pemerintah bergerak cepat merespons gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat dinamika global. Sejumlah reformasi pasar modal dipercepat untuk menjaga stabilitas, memperkuat likuiditas, dan meningkatkan kepercayaan investor. <b>(Antara)</b> Pemerintah bergerak cepat merespons gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat dinamika global. Sejumlah reformasi pasar modal dipercepat untuk menjaga stabilitas, memperkuat likuiditas, dan meningkatkan kepercayaan investor. (Antara)

Baca Juga: Luhut Respons IHSG Merosot, Peringatan MSCI Jadi Momentum Transformasi Pasar Modal

x|close