Ntvnews.id, Jakarta - Kontingen DKI Jakarta kembali meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 yang berlangsung di Serang, Banten. Dengan mengoleksi 17 medali, terdiri atas enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu, Jakarta berhasil mempertahankan gelar yang sebelumnya diraih pada Kejurnas Catur 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga besar Percasi DKI Jakarta atas kerja keras yang mengantarkan kontingen Ibu Kota kembali menduduki posisi teratas.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga besar Percasi DKI Jakarta atas perjuangan dan kerja kerasnya sehingga Jakarta berhasil kembali menjadi juara umum Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 di Banten," ujar Kenneth dalam keterangannya, Rabu, 28 Oktober 2026.
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari persiapan yang terencana, kedisiplinan, kekompakan tim, serta semangat juang para atlet. Ia bersyukur target yang ditetapkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai.
Baca Juga: Denny Indrayana Dkk Datangi PKS, Minta Polemik Ijazah Gibran Ditindaklanjuti
"Target yang kami canangkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai. Raihan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dengan total 17 medali merupakan hasil dari persiapan yang matang, disiplin, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet yang luar biasa," beber Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan itu.
Kenneth menegaskan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tidak hanya diukur dari jumlah medali dan trofi yang diperoleh. Menurutnya, pencapaian tersebut juga mencerminkan keberlangsungan pembinaan atlet catur di Jakarta, termasuk dalam mempersiapkan pecatur dari berbagai kelompok usia agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Ia turut mengapresiasi peran pelatih dan ofisial yang mendampingi para atlet sejak masa persiapan hingga pertandingan berakhir. Baginya, raihan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur organisasi Percasi DKI Jakarta.
"Bagi saya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini bukan sekadar soal medali dan trofi, tetapi juga bukti bahwa pembinaan catur di DKI Jakarta terus berjalan dengan baik. Saya bangga melihat para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional," tutur Alumni PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI itu.
Trofi juara umum Kejurnas Catur 2026 juga didedikasikan Kenneth kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan masyarakat Jakarta yang selama ini mendukung perkembangan olahraga, khususnya cabang catur.
Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober turut menjadi alasan bagi Kenneth untuk mempersembahkan pencapaian tersebut kepada generasi muda Indonesia. Ia berharap keberhasilan itu dapat mendorong para pemuda dan pemudi untuk terus berusaha meraih prestasi.
"Trofi juara umum ini saya dedikasikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, MM dan seluruh masyarakat Jakarta yang selalu memberikan dukungan kepada dunia olahraga, khususnya olahraga catur dan juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, saya mempersembahkan pencapaian titel juara umum ini kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia agar terus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengukir prestasi untuk bangsa," ungkapnya.
Meski kembali menjadi juara umum, Kenneth mengingatkan seluruh jajaran Percasi DKI Jakarta agar tidak cepat berpuas diri. Ia meminta keberhasilan tersebut dijadikan dorongan untuk meningkatkan kualitas pembinaan, membuka lebih banyak peluang bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi di tingkat nasional dan internasional.
"Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Keberhasilan ini harus terus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.
Kenneth juga menyoroti penyelenggaraan Kejurnas Catur 2027 yang direncanakan berlangsung di Jakarta, bertepatan dengan peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta. Ia menilai kesempatan menjadi tuan rumah perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus menunjukkan kesiapan Jakarta menyelenggarakan kejuaraan catur tingkat nasional.
"Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga terus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi," kata Kepala BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.
Ia kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kontingen Percasi DKI Jakarta. Kenneth berharap prestasi tersebut menjadi kebanggaan bersama sekaligus penyemangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi.
"Semoga prestasi ini menjadi kebanggaan bersama dan menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi. Jakarta juara, catur Indonesia semakin berjaya," pungkasnya.
Salah satu penyumbang medali emas, WCM Hillary Rooca Theng, juga mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat berkontribusi dalam keberhasilan Jakarta mempertahankan gelar juara umum. Ia menyebut latihan intensif bersama pelatih Kristianus Liem menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaiannya.
"Saya persiapan bersama pelatih saya Kristianus Liem. Saya sudah berlatih keras selama ini. Lawan-lawannya sulit, yang tersulit dari Jawa Timur. Terima kasih atas dukungannya dari Pak Kenneth, semua fasilitas yang diberikan sangat bagus," tutur Hillary.
Sementara itu, Ketua Kontingen Atlet Percasi DKI Jakarta pada Kejurnas Catur 2026, Upi Darmayana Tamin, menilai persaingan tahun ini berlangsung ketat. Banyaknya peserta, terutama karena kejuaraan digelar di Pulau Jawa, membuat para atlet harus menghadapi kompetisi yang semakin menantang.
"Persaingan Kejurnas 2026 ini sangat sengit karena berlangsung di Pulau Jawa, jadi pesertanya sangat banyak," kata Upi.
Rincian Perolehan Medali DKI Jakarta
Pada Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026, Jakarta menempati peringkat pertama klasemen akhir dengan enam medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Tuan rumah Banten berada di posisi kedua dengan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu. Adapun Daerah Istimewa Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan tiga emas dan satu perunggu.
Enam medali emas Jakarta diraih oleh IM Satria Duta Cahaya pada kategori Open, FM Syarif Mahmud pada kategori Veteran, NM Claudio Lasama pada kategori U-19 Putra, Steven Tan pada kategori U-17 Putra, WCM Hillary Rooca Theng pada kategori U-11 Putri, serta Evelyn Tria Lienora pada kategori U-9 Putri.
Empat medali perak disumbangkan GM Novendra Priasmoro pada kategori Open, WCM Theodora Paulina Walukow pada kategori Senior Putri, Dominicus Winston Lin pada kategori U-15 Putra, dan Haidar Manaf Abrisam pada kategori U-7 Putra.
Sementara itu, tujuh medali perunggu diperoleh IM Gilbert Elroy Tarigan pada kategori Open, WGM Laysa Latifah pada kategori Senior Putri, Clementia Adeline pada kategori U-19 Putri, PM Uriel Noah Oloan Sidabutar pada kategori U-17 Putra, Safin Aldebaran Amir pada kategori U-13 Putra, Kyle Darrel Gunawan pada kategori U-11 Putra, serta Kaiden Kamsari pada kategori U-9 Putra.
Dalam kejuaraan tersebut, Percasi DKI Jakarta mengirimkan 47 atlet untuk bertanding di berbagai kategori, mulai dari kelompok usia U-7 hingga veteran. Mereka bersaing dengan hampir 1.000 pecatur dari berbagai daerah di Indonesia.
gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 (Istimewa)