Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar Gegara kasus Sertifikat Vaksin Palsu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Okt 2026, 12:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kapten tim nasional Swiss Granit Xhaka memberikan keterangan kepada media dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada. Arsip foto - Kapten tim nasional Swiss Granit Xhaka memberikan keterangan kepada media dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kapten Sunderland sekaligus tim nasional Swiss, Granit Xhaka, dijatuhi denda sekitar 136 ribu pound sterling atau setara Rp3,2 miliar setelah dinyatakan bersalah atas kepemilikan sertifikat vaksin COVID-19 palsu.

Xhaka menerima putusan tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Melalui unggahan di Instagram pada Jumat, 9 Oktober 2026, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan.

“Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyaknya pesan dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Pesan-pesan tersebut sangat berarti bagi saya,” tulis Xhaka.

Gelandang berusia 34 tahun itu dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena memperoleh sertifikat vaksin palsu. Hukuman dendanya ditangguhkan selama dua tahun dengan ketentuan ia tidak melakukan pelanggaran hukum lain. Xhaka juga telah melunasi biaya perkara.

Baca Juga: Thailand Tegaskan Tidak Ada Wabah COVID-19 dengan Gejala Berat

“Saya sudah mengatakan beberapa pekan lalu secara langsung di sini bahwa saya akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap berpegang pada hal tersebut,” ujar Xhaka.

Kasus tersebut berkaitan dengan sertifikat yang diduga diperoleh Xhaka pada 2022. Pada periode itu, sertifikat vaksin COVID-19 digunakan sebagai syarat untuk mengakses sejumlah kegiatan dan tempat di Swiss, termasuk untuk perjalanan ke luar negeri.

Ketika kasus tersebut terjadi, Xhaka masih bermain untuk Arsenal. Pada 21 September, ia mengakui percaya terhadap vaksin, tetapi mengatakan dirinya turut dipengaruhi oleh “kekhawatiran dan ketidakpastian”.

Xhaka merupakan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak bersama timnas Swiss, yakni 152 kali. Setelah pernyataan awal mengenai kasus tersebut, ia meninggalkan pemusatan latihan timnas Swiss menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Skotlandia, Makedonia Utara, dan Slovenia pada jeda internasional terbaru.

Baca Juga: Ahli Sebut COVID-19 Kini Tak Lagi Jadi Ancaman Serius

Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss sebelumnya menjelaskan bahwa pemerintah tidak pernah memberlakukan kewajiban hukum secara umum bagi masyarakat untuk memiliki sertifikat vaksin COVID-19. Meski demikian, dokumen tersebut tetap menjadi persyaratan untuk memasuki sejumlah tempat, mengikuti kegiatan tertentu, dan melakukan perjalanan.

Ketentuan itu berlaku di Swiss hingga musim semi 2022. Setelah periode tersebut, sertifikat COVID-19 masih diterbitkan, terutama untuk memenuhi persyaratan perjalanan ke luar negeri.

Di level internasional, Xhaka tetap menjadi sosok penting bagi Swiss. Ia menjabat sebagai kapten ketika tim tersebut berlaga di Piala Dunia 2026. Langkah Swiss terhenti di perempat final setelah kalah dari Argentina, yang kemudian menjadi runner-up turnamen.

Sementara di level klub, Xhaka diperkirakan kembali memperkuat Sunderland saat menjamu Brighton pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, memilih tidak memberikan komentar mengenai persoalan yang terjadi di luar lapangan. Namun, ia menilai Xhaka menunjukkan kondisi positif selama jeda internasional.

“Tidak ada komentar mengenai hal-hal di luar lapangan. Namun, dari apa yang saya lihat selama jeda internasional, dia berlatih dengan sangat baik. Itu positif. Dia berada dalam kondisi yang baik dari sisi sepak bola dan bagi saya, itu yang paling penting,” kata Le Bris.

(Sumber: Antara)

x|close