Ahli Sebut COVID-19 Kini Tak Lagi Jadi Ancaman Serius

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 11:05
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Virus Nipah, ancaman baru setelah pandemi COVID-19. ANTARA/Shutterstock/aa. Ilustrasi - Virus Nipah, ancaman baru setelah pandemi COVID-19. ANTARA/Shutterstock/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Simferopol - Infeksi virus corona SARS-CoV-2 beserta berbagai subvariannya saat ini dinilai sudah tidak lagi menjadi ancaman besar bagi manusia.

Penilaian tersebut disampaikan oleh ahli virologi sekaligus Doktor Ilmu Biologi dari Universitas Federal Krimea V.I. Vernadsky, Vladimir Oberemok, kepada RIA Novosti.

Menurut Oberemok, kondisi global saat ini berbeda dibanding periode awal pandemi pada 2020 hingga 2022 karena masyarakat dunia telah memiliki kekebalan kelompok terhadap virus tersebut.

Baca Juga: Infografik: Waspada Penyebaran Varian COVID Cicada

"Bahaya serius yang ada pada 2020–2022 telah berlalu. Kekebalan kelompok telah berkembang di seluruh dunia; sebagian besar orang telah terinfeksi penyakit ini atau telah divaksinasi, dan oleh karena itu sudah memiliki sel memori terhadap virus corona," kata Oberemok.

Dia menjelaskan, saat ini varian virus yang lebih mudah menular justru lebih banyak ditemukan dibandingkan varian yang mematikan.

Baca Juga: Hantavirus Dilaporkan Menyebar di Kalangan Militer Ukraina, Begini Kondisinya

Akibatnya, kasus COVID-19 kini lebih sering muncul dengan gejala ringan.

"Selain itu, varian virus yang menyebar lebih mudah -- bukan yang lebih mematikan -- semakin banyak ditemukan. Penyakit ini semakin sering terjadi dalam bentuk yang ringan," tambahnya.

Meski demikian, Oberemok tetap mengingatkan adanya kemungkinan kemunculan varian baru SARS-CoV-2 dengan tingkat kematian yang tinggi di masa mendatang, yang berpotensi memicu pandemi baru.

(Sumber: Antara)

x|close