Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan varian baru COVID-19 yang dikenal sebagai COVID Cicada. Varian ini menjadi perhatian global meski hingga akhir Maret 2026 belum terdeteksi di Indonesia. Pemerintah pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebarannya.
Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention, varian Cicada merupakan subvarian Omicron BA.3.2 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2024. Varian ini telah masuk dalam kategori pemantauan oleh World Health Organization sejak Desember 2025 dan kini telah terdeteksi di sedikitnya 23 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura, dan Korea Selatan.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Virus Super Flu Lebih Berbahaya Dibanding COVID-19?
Gejala yang ditimbulkan varian ini umumnya serupa dengan COVID-19 sebelumnya, seperti demam, sakit kepala, hidung berair atau bersin, sakit tenggorokan, serta kelelahan atau nyeri otot. Penularannya terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, kontak erat dengan penderita atau benda terkontaminasi, serta melalui udara di ruang tertutup dengan ventilasi buruk.
Baca Juga: Kemenkes Pastikan Varian COVID-19 “Cicada” Belum Masuk Indonesia, Surveilans Tetap Diperketat
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes memperkuat sistem surveilans di berbagai pintu masuk negara, fasilitas kesehatan, serta melakukan pelaporan rutin dan pengujian laboratorium. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan untuk mencegah masuknya varian tersebut ke dalam negeri.
Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, menjaga pola makan bergizi, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala. Upaya bersama ini dinilai penting untuk menekan risiko penyebaran varian baru COVID-19 di Indonesia.
Berikut Infografiknya:
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan surveilans terhadap varian baru COVID bernama Cicada yang tengah menjadi perhatian global. Meski belum terdeteksi di Indonesia, masyarakat perlu mewaspadai penyebaran varian ini. (Antara)
(Sumber: Antara)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan surveilans terhadap varian baru COVID bernama Cicada yang tengah menjadi perhatian global. Meski belum terdeteksi di Indonesia, masyarakat perlu mewaspadai penyebaran varian ini. (Antara)