Kemenkes Pastikan Varian COVID-19 “Cicada” Belum Masuk Indonesia, Surveilans Tetap Diperketat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 12:41
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
ilustrasi - Virus Covid. ANTARA/Shutterstock/aa. ilustrasi - Virus Covid. ANTARA/Shutterstock/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga akhir Maret 2026 belum ditemukan varian COVID-19 BA.3.2 atau yang dikenal sebagai “Cicada” di Indonesia. Meski demikian, upaya surveilans dan pengujian sampel terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa varian yang saat ini dominan di Indonesia tergolong berisiko rendah.

"Sampai saat ini (akhir Maret 2026), belum ditemukan varian tersebut di Indonesia. Varian dominan di Indonesia adalah XFG 57 persen, LF.7 29 persen, XFG 3.4.3 14 persen dengan risiko rendah," kata Aji di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan media internasional, varian Cicada telah terdeteksi di sekitar 20 negara serta di sedikitnya 25 negara bagian Amerika Serikat.

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Virus Super Flu Lebih Berbahaya Dibanding COVID-19?

Meski demikian, pemerintah belum memberlakukan pengetatan khusus di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan, karena situasi dinilai masih terkendali.

Namun, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian.

Mengacu pada data dari sistem pemantauan Kemenkes, influenza dan COVID-19 diawasi secara rutin melalui jaringan fasilitas kesehatan sentinel yang mencakup 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan di pintu masuk negara.

Pemantauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan kasus, karakteristik virus, serta tingkat keparahan gejala yang ditimbulkan.

Baca Juga: Ini Bedanya Campak dengan COVID-19 dan Rubella

Hingga Minggu ke-12, dari 114 pemeriksaan COVID-19 yang dilakukan, tidak ditemukan kasus positif dengan tingkat positivity rate sebesar 0 persen.

Dengan dominasi varian berisiko rendah, pemerintah menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap disarankan untuk menjaga protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan.

(Sumber: Antara)

x|close