Ntvnews.id, Moskow - Hujan monsun dengan intensitas tertinggi dalam beberapa dekade melanda Mumbai, India, memicu banjir besar, pohon tumbang, hingga runtuhnya bangunan. Bencana tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya delapan orang dan berdampak pada ribuan warga, menurut media India pada Senin, 6 Juli 2026.
Laporan The Times of India menyebutkan enam korban jiwa, termasuk lima anak-anak, meninggal dunia setelah sebuah bangunan empat lantai di kawasan Mankhurd roboh pada Ahad malam dan menimpa sejumlah gubuk di sekitarnya. Empat korban diketahui berasal dari satu keluarga.
Hingga kini, tim penyelamat masih melakukan proses evakuasi dan pembersihan puing bangunan. Petugas mengkhawatirkan masih ada korban lain yang terjebak di bawah reruntuhan.
Sementara itu, dua korban lainnya meninggal dunia dalam insiden terpisah setelah tertimpa ranting pohon. Korban tersebut masing-masing adalah seorang pengendara sepeda motor berusia 18 tahun dan seorang penjaga toko berusia 63 tahun.
Baca Juga: Ukraina Gempur Rusia dengan 500 Drone, Tiga Warga Moskow Tewas
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, pemerintah kota mencatat sedikitnya 203 kejadian pohon tumbang di berbagai wilayah Mumbai akibat cuaca ekstrem.
Curah hujan yang mengguyur kota itu juga mencetak rekor tertinggi dalam 50 tahun terakhir. Wilayah Mumbai bagian selatan menerima curah hujan mencapai 265,6 milimeter dalam 24 jam, menjadi yang tertinggi untuk bulan Juli selama setengah abad terakhir.
Selain banjir, angin kencang dengan kecepatan mencapai 70 hingga 75 kilometer per jam turut mengganggu aktivitas di bandara internasional. Landasan pacu sempat ditutup selama satu jam, menyebabkan empat penerbangan dibatalkan, 13 penerbangan yang seharusnya mendarat dialihkan, serta hampir 90 persen jadwal keberangkatan mengalami keterlambatan.
Baca Juga: 5 Penambang Emas Berhasil Dievakuasi dari Gua yang Banjir, 2 Masih Hilang
Pihak meteorologi telah mengeluarkan peringatan oranye pada Senin karena hujan lebat diperkirakan masih akan terus berlangsung.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah setempat memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah dan perguruan tinggi di wilayah tersebut.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Badai topan (Antara)