Pemain Laos Ditangkap Terkait Dugaan Pengaturan Pertandingan Piala AFF 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Okt 2026, 09:55
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi sepak Bola Ilustrasi sepak Bola (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemain tim nasional Laos, Soukphachan Lueanthala, dilaporkan ditangkap terkait dugaan keterlibatan dalam manipulasi pertandingan pada ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF.

Laporan The Guardian pada Kamis, 8 Oktober 2026, menyebutkan, kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, serta pengaturan pertandingan.

Lueanthala yang bermain sebagai winger diduga terlibat dalam operasi sebuah sindikat perjudian yang diyakini berasal dari Vietnam. Penangkapan itu disebut terjadi setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) melaporkan dugaan pengaturan pertandingan kepada kepolisian.

Sebelumnya, sejumlah pemain Laos telah menjalani pemeriksaan polisi setelah pulang dari laga terakhir fase grup melawan Myanmar pada awal Agustus 2026.

Baca Juga: Pemain Laos Ditangkap Polisi Usai Terlibat Pengaturan Skor di Piala AFF 2026

Hingga kini, LFF maupun kepolisian Laos belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penangkapan tersebut. Namun, Lueanthala dilaporkan masih berada dalam tahanan.

Dugaan manipulasi pertandingan mencuat di tengah hasil buruk Laos pada Piala AFF 2026. Tim tersebut kalah telak 2-7 dari Myanmar, setelah sebelumnya takluk 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, dan 1-4 dari Filipina.

Sumber yang mengetahui penanganan kasus itu menyebut Lueanthala diduga berperan memberikan arahan kepada pemain lain sekaligus menjadi penghubung bagi pihak-pihak yang terlibat dalam operasi pengaturan pertandingan tersebut.

Menurut laporan The Guardian, LFF telah membuka penyelidikan pada 7 Agustus sebelum melimpahkan kasus itu kepada kepolisian. Federasi tersebut melaporkan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan.

Baca Juga: Evaluasi Piala AFF, Herdman Siapkan Taktik Rotasi Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup

Kasus terbaru ini menambah daftar dugaan pengaturan pertandingan yang pernah mencuat dalam sepak bola Laos. Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa. Hukuman itu diberikan setelah ia dinyatakan bersalah terlibat dalam upaya memanipulasi laga internasional Laos melawan Hong Kong pada 2017.

Sumber yang memahami perkembangan sepak bola Laos mengatakan praktik pengaturan pertandingan telah berlangsung cukup lama. Kondisi finansial pemain disebut menjadi salah satu faktor yang membuat mereka rentan terlibat dalam praktik tersebut.

“Sampai tahun lalu, mereka mendapatkan 10 dolar AS per hari ketika bergabung dengan tim nasional,” kata sumber tersebut.

Sumber yang sama juga mengklaim bahwa seorang pemain pernah mengaku mengatur tiga pertandingan dengan imbalan masing-masing 10.000 dolar AS.

Praktik tersebut dinilai telah merusak perkembangan sepak bola Laos, meskipun negara itu memiliki banyak pemain berbakat.

“Ada begitu banyak bakat,” ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close