Ntvnews.id, Pati, 27 April 2026 - Suyanto (51 tahun) berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Berkat bantuan petugas tersebut, Najijaten Niswah, putri bungsunya, bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati, Jawa Tengah.
“Saya terima kasih kepada pegawai PKH yang menyekolahkan (anak saya) di SR,” kata Suyanto, ditemui di rumahnya di Desa Tegalwero, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati.
Sudah tiga tahun Suyanto bekerja sendiri menghidupi tiga anaknya. Istrinya meninggal.
Sebagai buruh tani, khususnya menjadi pemotong kayu, penghasilan sehari rata-rata Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Itu pun tak tentu bergantung seberapa banyak yang membutuhkan jasanya.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Ditargetkan Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja dari Penerima PKH
Dari keadaan orang tuanya, Najijaten sangat layak masuk Sekolah Rakyat. Rumahnya pun seadanya. Dinding masih sebatas bata tanpa semen. Lantai rumah pun sangat sederhana tanpa keramik.
Keadaan dapur bahkan sangat sederhana. Hanya ada kompor gas yang sudah menghitam, sama hitamnya dengan bokong wajan. Ditambah sejumlah kecil perabotan dapur.
Suyanto berterima kasih anaknya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat. Apalagi Najijaten juga senang bersekolah di sana.
“Saya senang, di sana sudah dicukupi. Semua gratis, makan pun gratis,” kata dia.
Baca Juga: Infografik: Satgas PKH Selamatkan Rp11,42 Triliun dari Penertiban Kawasan Hutan
Suyanto juga berterima kasih atas pemberian gergaji mesin dari Pemerintah. Gergaji itu membuat pekerjaannya lebih mudah.
Suyanto penerima Program Keluarga Harapan (PKH). (Bakom)