Ntvnews.id, Teheran - Iran dilaporkan mempertimbangkan penutupan Selat Bab al-Mandab, jalur perdagangan strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, apabila Amerika Serikat terus meningkatkan blokade laut terhadap negara tersebut.
Berdasarkan laporan kantor berita Fars News Agency pada Kamis, 23 April 2026, Teheran disebut telah menyiapkan daftar target sebagai respons jika AS dan Israel kembali melancarkan serangan.
Iran menegaskan akan merespons setiap langkah lawan, baik melalui serangan balasan maupun tindakan pencegahan.
Fars juga melaporkan bahwa Iran berencana menargetkan pembangkit listrik dan fasilitas minyak serta gas di Israel maupun negara sekutu AS di kawasan Timur Tengah apabila infrastruktur serupa di Iran diserang.
Baca Juga: Menlu AS: Timnas Iran Bolah Datang untuk Piala Dunia 2026
Selain itu, jika serangan eksternal menyebabkan korban di kalangan sipil maupun militer, Teheran disebut akan menghancurkan pusat-pusat teknologi informasi di kawasan Timur Tengah.
Dalam skenario invasi darat oleh AS, Iran disebut telah menyiapkan respons berupa operasi militer bersama sekutu regional, serta kemungkinan mobilisasi masyarakat di negara-negara yang memiliki pangkalan militer AS untuk menghadapi keberadaan pasukan Amerika.
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel dilaporkan melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Kemudian pada 7 April 2026, Washington DC dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Iran dan AS juga sempat melanjutkan perundingan di Islamabad, namun belum menghasilkan kesepakatan.
Baca Juga: Rupiah Naik ke Rp17.280 per Dolar AS, Pasar Masih Cermati Negosiasi AS-Iran
Meskipun kedua pihak belum secara resmi menyatakan dimulainya kembali konflik, AS dilaporkan mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pada Selasa, 21 April 2026, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, meski tetap melanjutkan kebijakan blokade.
Sehari setelahnya, ia juga menyebut adanya peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran dalam waktu 36 hingga 72 jam ke depan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)