Ntvnews.id, AS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembukaan Selat Hormuz justru berpotensi menggagalkan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.
"Empat hari lalu, orang-orang mendatangi saya dan berkata, 'Tuan, Iran ingin membuka Selat, segera.' Tetapi jika kita melakukan itu, tidak akan pernah ada kesepakatan dengan Iran," kata Trump melalui platform Truth Social, dikutip Rabu, 22 April 2026.
Sebelumnya, pada 13 April, Angkatan Laut Amerika Serikat mulai melakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar masuk pelabuhan Iran di kawasan tersebut. Selat Hormuz sendiri diketahui merupakan jalur strategis yang menyumbang sekitar 20 persen distribusi minyak, produk petroleum, dan LNG dunia.
Baca Juga: Trump Sebut Sekutu Timur Tengah Lebih Baik dari NATO, Singgung Dukungan untuk UEA
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa kapal non-Iran tetap diperbolehkan melintas di Selat Hormuz selama tidak membayar bea kepada Teheran. Sementara itu, pihak Iran belum secara resmi menerapkan kebijakan pungutan tersebut, meskipun wacana tersebut telah dibahas.
Pada kesempatan yang sama, Trump juga menilai langkah blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai keberhasilan besar dan menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz belum akan dilakukan sebelum tercapai kesepakatan final antara kedua negara.
Baca Juga: Menlu Pastikan Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Tak Ganggu Stok BBM Nasional
Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump menyebut blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai "kesuksesan luar biasa," dan menambahkan bahwa Washington tidak akan membuka Selat Hormuz sampai tercapai "kesepakatan akhir."
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih Washington DC, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)