Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji penambahan alokasi kuota peserta BPJS Kesehatan pada segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) hingga menjangkau sekitar 120 juta jiwa.
"Itu adalah salah satu skema yang kami siapkan juga. Mulai ada pembahasan tapi belum secara komprehensif ya," kata Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa saat ini kuota PBI JKN baru mencakup 96,8 juta jiwa.
Baca Juga: BPS Temukan 3.934 Peserta PBI JKN Pengidap Penyakit Katastropik Telah Meninggal Dunia
Sementara itu, berdasarkan data Desil 1–4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 120 juta masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan tersebut.
"Maka dari itu ada semacam gagasan untuk menambah alokasi. Sekarang kan 96,8 juta jiwa. Kalau nanti ada penambahan, tentu itu kami bisa melakukan penjangkauan keseluruhan kepada Desil 1, 2, 3, dan 4," ucap Mensos.
Penambahan kuota ini bertujuan untuk mengurangi risiko kesalahan eksklusi exclusion error, yaitu kondisi ketika kelompok masyarakat yang seharusnya berhak justru tidak mendapatkan perlindungan dalam program jaminan sosial.
Baca Juga: Kemensos Catat Lebih dari 40 Ribu Peserta PBI JKN Ajukan Reaktivasi Kepesertaan
Pembahasan mengenai wacana tersebut juga telah dilakukan dalam rapat kerja yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk Menteri Kesehatan, Kepala BPS, pimpinan BPJS Kesehatan, serta Komisi IX DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta pada Selasa, 15 April 2026.
Meski demikian, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa rencana penambahan kuota ini masih berada pada tahap awal dan belum dibahas secara menyeluruh.
"Jadi baru berupa gagasan, kemudian nanti Insya Allah akan kami tindaklanjuti dengan Kementerian Kesehatan, dengan BPJS Kesehatan, dengan BPS, dalam beberapa waktu ke depan," kata Saifullah Yusuf.
(Sumber: Antara)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (dua kiri) memberikan keterangan selepas dialog bersama calon siswa Sekolah Rakyat di Kompleks Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu 22 April 2026. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo/pr (Antara)