Menpar Beberkan Strategi Pariwisata di Tengah Konflik Timteng

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 16:25
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri. (YouTube TVR Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana membeberkan strategi pemerintah dalam menjaga kinerja sektor pariwisata nasional di tengah dampak konflik Timur Tengah (Timteng). Hal itu dijelaskan dirinya saat rapat dengan Komisi VII DPR RI hari ini.

Menurut Widiyanti, kawasan Timur Tengah selama ini menjadi hub strategis bagi perjalanan wisatawan mancanegara jarak jauh ke Indonesia.

Tapi, ketegangan geopolitik sejak akhir Februari 2024, termasuk penutupan wilayah udara Iran, mengganggu konektivitas penerbangan.

"Kawasan Timur Tengah merupakan hub strategis bagi perjalanan wisatawan mancanegara jarak jauh ke Indonesia. Namun, ketegangan geopolitik yang terjadi sejak akhir Februari 2024, khususnya penutupan wilayah udara Iran, telah berdampak langsung pada pembatalan penerbangan menuju Indonesia," ujar Widiyanti di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Baca Juga: Menpar Widiyanti Akui Kunjungan Wisata ke Bali Turun di Akhir Tahun

Widiyanti menjelaskan, dalam periode 28 Februari hingga 28 Maret 2024, ada enam titik asal penerbangan yang terdampak, yakni Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, Madinah, dan Muskat.

"Secara total, terdapat 770 penerbangan dibatalkan dengan potensi kehilangan 60.754 kunjungan wisatawan mancanegara dan 2,04 triliun rupiah devisa," tuturnya.

Widiyanti turut mengingatkan bahwa dampak tersebut berpotensi membesar jika situasi tidak segera membaik.

"Apabila kondisi ini berlanjut hingga akhir tahun, potensi dampak diperkirakan mencapai 1,44 hingga 1,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 48,3 hingga 56,5 triliun rupiah devisa," beber dia.

Di samping gangguan penerbangan, Widiyanti menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang turut berdampak pada biaya perjalanan wisata. "Saat ini, harga minyak mentah meningkat sebesar 50,21 persen, dari 67,02 dolar AS per barel sebelum konflik menjadi 102,01 dolar AS per barel pada 3 Maret 2024," jelas dia.

Kenaikan itu telah direspons pelaku industri dengan penyesuaian tarif transportasi, termasuk kenaikan harga tiket feri rute Singapura-Batam serta peningkatan fuel surcharge oleh sejumlah maskapai. "Maskapai penerbangan mulai menaikkan fuel surcharge, antara lain Air India menaikkan sebesar 50 persen, dan Cathay Pacific menaikkan hingga 115 persen," jelas dia.

Di tengah persoalan-persoalan ini, Kementerian Pariwisata tetap menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16 hingga 17,5 juta pada tahun ini. Karenanya pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi strategis.

Widiyanti mengatakan, strategi yang disiapkan antara lain dengan mengalihkan fokus pasar ke kawasan yang lebih resilien.

"Kami telah menyiapkan penyesuaian strategi dengan fokus pada pergeseran target pasar, yang akan dilakukan secara bertahap seiring perkembangan situasi geopolitik global," tuturnya.

Lebih lanjut, Widiyanti merinci sejumlah langkah yang akan dilakukan, mulai dari penguatan pasar short dan medium haul, optimalisasi maskapai non-Timur Tengah, hingga kampanye digital yang lebih masif.

"Penguatan pasar short dan medium haul, optimalisasi maskapai non-Timur Tengah, kampanye digital yang masif, penyelenggaraan cross-border event, serta penguatan promosi wisata Nusantara menjadi langkah utama kami," kata dia.

Pemerintah juga akan meningkatkan intensitas promosi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk maskapai dan pelaku industri pariwisata."Relokasi aktivasi pasar dari long haul ke short dan medium haul akan meningkatkan aktivitas promosi dari 56 menjadi 69 kegiatan atau naik 23 persen," jelas dia.

Ia menambahkan, efektivitas strategi tersebut sangat bergantung pada dukungan lintas sektor, terutama dalam aspek penyediaan kapasitas transportasi.

"Efektivitas ke depan sangat ditentukan oleh dukungan lintas sektor, baik dari sisi supply maupun demand, termasuk penambahan kapasitas kursi penerbangan yang dibutuhkan sekitar 2,66 juta kursi," tandasnya.

x|close