Ntvnews.id, Jakarta - Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 resmi dibuka oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pun mengingatkan agar seluruh aspek teknis pelaksanaan benar-benar dipersiapkan secara matang. Menurut Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief, kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan oleh panitia seleksi.
Diketahui, UTBK-SNBT merupakan salah satu jalur utama seleksi masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia. Dengan tingginya jumlah peserta setiap tahun, pelaksanaan yang tertib dan bebas kendala teknis menjadi kunci untuk menjaga keadilan dan kredibilitas sistem seleksi nasional.
"Ini adalah gerbang awal bagi para calon mahasiswa. Kami meminta pansel memastikan seluruh proses, mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan ujian, berjalan tanpa kendala teknis," ujar Syarief, Rabu, 1 April 2026.
Baca Juga: DPR Ingatkan Risiko Ekonomi dari Wacana Kemasan Polos Rokok dan Aturan Turunan PP 28/2024
Ia berpandangan, sistem berbasis komputer yang digunakan dalam UTBK-SNBT memiliki kerentanan terhadap gangguan teknis. Seperti masalah jaringan, server, hingga kelistrikan.
Hal tersebut, kata dia bisa berdampak serius terhadap konsentrasi dan performa peserta.
"Jangan dianggap sepele. Gangguan sekecil apa pun bisa mengganggu fokus peserta, bahkan merugikan mereka secara psikologis dan akademik," jelas dia.
Habib turut mengingatkan bahwa kesiapan infrastruktur harus mencakup berbagai aspek, mulai dari ketersediaan komputer dengan spesifikasi memadai, jaringan internet yang stabil, hingga sistem server yang andal.
Ia juga menekankan pentingnya sistem kelistrikan yang aman, termasuk penyediaan cadangan daya seperti genset.
"Jangan sampai terjadi pemadaman listrik atau gangguan server saat ujian berlangsung. Ini harus diantisipasi melalui pengecekan berkala dan simulasi sebelum hari pelaksanaan," papar dia.
Selain itu, aspek kenyamanan ruang ujian juga menjadi perhatian. Habib Syarief meminta panitia memastikan ruang ujian memenuhi standar, baik dari segi tata letak, ventilasi, maupun pengawasan, agar peserta dapat mengerjakan soal dengan optimal.
"Para peserta sudah mempersiapkan diri dengan maksimal. Jangan sampai masa depan mereka dipertaruhkan hanya karena persoalan teknis," tandasnya.
UTBK 2025 (Antara)