Ntvnews.id, Jakarta - Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah militer Iran secara terbuka memperingatkan bahwa hotel-hotel yang digunakan untuk menampung pasukan Amerika Serikat berpotensi menjadi sasaran serangan.
Pernyataan ini menegaskan perubahan pola target, di mana fasilitas sipil yang ditempati militer kini dipandang sebagai bagian dari kepentingan lawan.
Juru bicara angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan posisi tersebut dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran pada Kamis (26/3) waktu setempat.
"Ketika semua pasukan Amerika masuk ke sebuah hotel, maka dari perspektif kami, hotel itu menjadi milik Amerika," kata Shekarchi.
Ia juga menekankan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap serangan yang diterimanya.
"Apakah kita hanya akan diam dan membiarkan Amerika menyerang kita? Ketika kita merespons, tentu saja kita harus menyerang di mana pun mereka berada," imbuhnya.
Ancaman ini muncul di tengah konflik yang terus berkembang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Sejak akhir Februari, situasi telah berubah menjadi konflik terbuka yang meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah, ditandai dengan serangan drone dan rudal yang dilancarkan Iran terhadap Israel serta kepentingan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding bahwa pasukan Amerika Serikat memanfaatkan fasilitas sipil sebagai tempat berlindung.
"Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di negara-negara GCC untuk bersembunyi di hotel dan kantor," katanya dalam sebuah unggahan di media sosial X.
Ia bahkan menyerukan agar hotel-hotel di kawasan tersebut menolak pemesanan kamar dari personel militer Amerika Serikat.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Hantam Rumah-rumah Warga di Selabintana
Lebih lanjut, laporan dari kantor berita Fars menyebutkan bahwa otoritas Iran telah mengirimkan “peringatan keras” kepada hotel-hotel di kawasan Teluk, khususnya di Uni Emirat Arab dan Bahrain. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Iran untuk menekan penggunaan fasilitas sipil oleh militer lawan.
Selain itu, militer Iran juga dikabarkan telah mengidentifikasi keberadaan pasukan Amerika Serikat yang menggunakan lokasi serupa di sejumlah negara lain, termasuk Suriah, Lebanon, dan Djibouti.
Pernyataan dan langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Iran kini memperluas cakupan target militernya, dengan fokus pada lokasi-lokasi non-tradisional yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Ilustrasi - Rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)