Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana kunjungan ke Tiongkok pada 14–15 Mei 2026 untuk bertemu Presiden Xi Jinping.
Kunjungan tersebut sebelumnya sempat ditunda akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Trump menegaskan bahwa agenda ini penting guna menjaga stabilitas hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia di tengah meningkatnya ketegangan global. Ia juga berencana mengundang Xi untuk melakukan kunjungan balasan ke Washington dalam tahun yang sama.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut persiapan kunjungan kini tengah dimatangkan oleh kedua negara. “Saya sangat menantikan untuk menghabiskan waktu bersama Presiden Xi dalam sebuah pertemuan besar,” ujarnya, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 27 Maret 2026.
Pertemuan ini akan menjadi tatap muka pertama antara kedua pemimpin sejak pertemuan terakhir mereka di Korea Selatan pada Oktober lalu. Sejumlah isu penting akan menjadi fokus pembahasan, mulai dari kerja sama perdagangan hingga persoalan sensitif seperti Taiwan.
Baca Juga: Trump Pastikan Xi Jinping Akan Kunjungi AS Jelang Akhir Tahun
Ketegangan antara kedua negara meningkat seiring kebijakan AS yang memperluas penjualan senjata ke Taiwan. Langkah tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Tiongkok yang menganggap wilayah tersebut sebagai bagian dari kedaulatannya.
Selain itu, konflik di Timur Tengah turut memengaruhi dinamika hubungan kedua negara. Trump dilaporkan meminta dukungan Tiongkok dalam menghadapi upaya Iran menutup Selat Hormuz, namun hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Beijing.
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa Xi memahami alasan penundaan kunjungan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa situasi operasi militer membuat kehadiran Trump di dalam negeri menjadi prioritas utama.
Presiden China Xi Jinping bertemu Presiden AS Donald Trump di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025. (ANTARA/HO-Xinhua/Huang Jingwen) (Antara)