Ntvnews.id, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan bahwa proses pemulihan Andrie Yunus, korban penyiraman air keras, diperkirakan memerlukan waktu panjang hingga dua tahun karena kompleksitas luka yang dideritanya.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan luka yang dialami korban tergolong luka bakar akibat paparan zat kimia asam kuat.
"Operasi masih terus berlanjut dan akan berlangsung enam bulan sampai dua tahun ke depan untuk pemulihan," ujar Saurlin di Jakarta, Kamis.
Baca Juga: Kementerian HAM Dorong Transparansi Penanganan Kasus Kekerasan Andrie Yunus
Ia menjelaskan bahwa enam bulan pertama menjadi fase krusial dalam proses pemulihan, terutama untuk melihat stabilitas kondisi luka serta respons tubuh terhadap berbagai tindakan medis lanjutan yang diberikan kepada korban.
Sementara itu, Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi menyebut penanganan medis yang dijalani korban hingga saat ini berlangsung secara intensif dan terukur. Namun, kondisi tertentu, khususnya pada bagian mata kanan, masih dalam tahap pengkajian lebih lanjut.
"Mereka belum bisa menyimpulkan apakah mengalami penurunan atau peningkatan, itu masih dalam proses," ujarnya.
Komnas HAM juga melakukan pendalaman terhadap dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang dialami korban, baik secara fisik maupun psikologis, guna merumuskan rekomendasi penanganan yang berbasis pada perlindungan hak korban.
Sebelumnya, RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan bahwa kondisi medis korban masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam pemulihan jaringan yang terdampak.
Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara menjelaskan bahwa tim medis menemukan kondisi iskemia pada sekitar 40 persen area bawah sklera mata kanan yang menyebabkan penipisan jaringan.
"Pada hari Rabu, 25 Maret 2026, pukul 10.00 WIB, pasien menjalani tindakan operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik," kata Yoga.
Baca Juga: RSCM Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus Usai Terkena Cairan Kimia
Dalam prosedur tersebut, tim dokter melakukan pemindahan jaringan, pemasangan membran amnion, serta pemasangan kembali pelindung mata untuk memperbaiki permukaan bola mata. Selain itu, tindakan debridement dan cangkok kulit juga dilakukan pada area luka bakar di bagian mata, dada, dan pundak guna mempercepat proses penyembuhan.
RSCM menegaskan bahwa fokus utama penanganan saat ini adalah menjaga keutuhan bola mata kanan serta mengendalikan proses peradangan yang masih berlangsung, dengan pengawasan ketat dari tim medis multidisiplin.
(Sumber: Antara)
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian dalam wawancara cegat di Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). ANTARA/Muhammad Rizki. (Antara)