Ntvnews.id
Menurut Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara, pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat 13 Maret 2026 dini hari sekitar pukul 12.00 WIB malam dengan kondisi luka cukup serius.
"Dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan," kata Yoga dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Setibanya di IGD, tim medis langsung melakukan pemeriksaan awal serta tindakan stabilisasi terhadap kondisi pasien.
"Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka," ucap Yoga.
Sebagai langkah penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk mengurangi efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan yang terdampak.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Selidiki 86 CCTV untuk Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Yoga menyebutkan bahwa saat pertama kali masuk IGD, diagnosis awal menunjukkan pasien mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan kimia.
"Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada," ujar Yoga.
Namun, setelah dilakukan evaluasi lanjutan oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), terdapat koreksi terhadap kondisi medis pasien.
"Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," jelas Yoga.
Berdasarkan penilaian terbaru, pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan tingkat keparahan derajat tiga pada fase akut.
Untuk menangani kondisi tersebut, pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta prosedur transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.
Baca Juga: Polisi Periksa 7 Saksi dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Selanjutnya, pasien dirawat di ruang High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan intensif dari tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tenaga medis kegawatdaruratan.
"Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol," tutur Yoga.
Saat ini, kondisi umum pasien dilaporkan sudah stabil dan tidak dalam keadaan yang mengancam jiwa. Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi pasien.
"Termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan," ungkap Yoga.
Lebih lanjut, pihak RSCM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional dalam menangani kasus trauma kompleks seperti ini.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Andrie Yunus (kedua kiri) saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 4 Maret 2025. ANTARA/Ilham Kausar/aa. (Antara)