Jelang Lebaran, Gunung Merapi Luncurkan Dua Kali Awan Panas Sejauh 1,6 Km

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 11:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Arsip Foto. Warga menyaksikan aktivitas guguran awan panas kecil Gunung Merapi di Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/2/2019). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/hp. Arsip Foto. Warga menyaksikan aktivitas guguran awan panas kecil Gunung Merapi di Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/2/2019). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/hp. (Antara)

Ntvnews.id, Yogyakarta - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan dua kali awan panas guguran pada Senin dini hari. Jarak luncur maksimum awan panas tersebut tercatat mencapai sekitar 1,6 kilometer ke arah barat daya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Agus Budi Santoso menjelaskan bahwa awan panas guguran tersebut mengarah ke Kali Krasak berdasarkan hasil pengamatan dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

"Teramati dua kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter," ujar Agus dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin.

Ia menjelaskan bahwa awan panas guguran itu tercatat memiliki amplitudo antara 18 hingga 33 mm dengan durasi kejadian sekitar 175,24 hingga 188,35 detik.

Selain awan panas, aktivitas kegempaan juga tercatat cukup intens. Dalam periode pengamatan yang sama, Merapi mengalami 49 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 41 mm dan durasi 57,8 hingga 182,25 detik.

Selain itu, tercatat pula 14 kali gempa hibrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 30 mm dan durasi 26,98 hingga 49,61 detik.

Baca Juga: Gunung Merapi di Sumbar Kembali Erupsi

BPPTKG juga mencatat aktivitas guguran lava yang cukup sering terjadi. Terdapat 20 kali guguran lava ke arah barat daya menuju Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,8 kilometer serta 13 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum yang sama.

Secara visual, kondisi gunung terlihat cukup jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih yang memiliki intensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian sekitar 500 meter dari puncak kawah. Cuaca di sekitar kawasan gunung dilaporkan berawan hingga cerah dengan suhu udara berkisar antara 17,2 hingga 19,2 derajat Celsius.

Laporan BPPTKG untuk periode 6-12 Maret 2026 juga menunjukkan adanya perubahan morfologi pada kubah lava di bagian barat daya akibat aktivitas guguran lava serta perubahan volume kubah.

"Untuk kubah tengah tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan," kata Agus.

Berdasarkan analisis foto udara tertanggal 20 Februari 2026, volume kubah barat daya Merapi diperkirakan mencapai sekitar 4.044.000 meter kubik, sedangkan kubah tengah tercatat sekitar 2.368.800 meter kubik.

Baca Juga: Bareskrim Tindak Tambang Pasir Ilegal di Gunung Merapi

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya yang diwaspadai meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya yang dapat menjangkau Sungai Boyong hingga lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer.

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya dapat menjangkau Sungai Woro hingga tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dari Merapi berpotensi terlontar hingga radius tiga kilometer dari puncak gunung.

(Sumber: Antara)

x|close