Pemerintah Pastikan Jamaah Umrah Tetap Aman Meski Konflik Timur Tengah Memanas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 18:56
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi: Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf (kiri) dalam forum Saudi-Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Arab Saudi (16/2/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj Ilustrasi: Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf (kiri) dalam forum Saudi-Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Arab Saudi (16/2/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi memastikan jamaah masih dapat menjalankan ibadah umrah dengan aman meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah sedang memanas.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII di Jakarta, Rabu, Irfan menjelaskan bahwa kondisi keamanan di sejumlah kota utama tujuan ibadah tetap kondusif.

“Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Para jamaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti,” kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya konflik di Timur Tengah berdampak pada stabilitas keamanan kawasan serta memengaruhi aktivitas penerbangan internasional. Beberapa negara di wilayah tersebut diketahui menutup ruang udaranya, terutama pada jalur penerbangan yang selama ini menjadi rute utama menuju kawasan Teluk.

Baca Juga: Pemerintah Kawal Pemulangan Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi

“Penutupan ruang udara tersebut menyebabkan terganggunya sejumlah penerbangan internasional, khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” kata Menhaj Irfan.

Kondisi tersebut berdampak pada proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah umrah, terutama bagi mereka yang menggunakan penerbangan transit di beberapa negara kawasan tersebut.

Meski demikian, Irfan menegaskan bahwa berdasarkan laporan dari perwakilan pemerintah serta hasil koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, situasi keamanan di kota-kota utama seperti Jeddah, Makkah, dan Madinah tetap dalam keadaan aman.

Baca Juga: Terkait Kepastian Keberangkatan Haji, Prabowo Tekankan Keselamatan Jemaah Paling Utama

Hingga 11 Maret 2026, tercatat sebanyak 50.374 jamaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sekitar 14.115 orang berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat gangguan jadwal penerbangan.

“Kami sudah memanggil seluruh PPIU yang terkait untuk memastikan penanganan jamaah berjalan baik,” kata Irfan.

(Sumber: Antara)

x|close