KPK Juga Tangkap Wakil Bupati Rejang Lebong Dalam OTT Bersama Bupati

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 14:08
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu 11 Januari 2025. ANTARA/Rio Feisal. Ilustrasi - Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu 11 Januari 2025. ANTARA/Rio Feisal. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan penangkapan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Hendri termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

“Ya, salah satu yang juga diamankan,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026

Budi menjelaskan bahwa Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari bersama Wakil Bupati Hendri telah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Penangkapan terhadap Bupati Rejang Lebong tersebut merupakan operasi tangkap tangan kedelapan yang dilakukan KPK sepanjang 2026.

Baca Juga: Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK

Sebelumnya, OTT pertama dilakukan pada 9–10 Januari 2026 terkait dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021–2026.

Selanjutnya, pada 19 Januari 2026, KPK melakukan OTT terhadap Wali Kota Madiun Maidi yang kemudian diumumkan sebagai tersangka dugaan korupsi berupa pemerasan terkait proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur.

Pada hari yang sama, KPK juga melakukan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Operasi berikutnya terjadi pada 4 Februari 2026 di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang berkaitan dengan proses restitusi pajak.

Pada hari yang sama, KPK juga mengungkap OTT terkait importasi barang tiruan atau barang KW yang turut menyeret mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Rizal.

OTT keenam diumumkan pada 5 Februari 2026 terkait dugaan korupsi dalam pengurusan sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi di lingkungan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Baca Juga: Seorang Pria Tewas Tergantung Gegerkan Warga Rejang Lebong

Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan sejumlah tersangka, antara lain Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan, serta Direktur Utama PT Karabha Digdaya.

Sementara itu, OTT ketujuh diumumkan pada 3 Maret 2026, saat bulan Ramadhan, dengan menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal dalam dugaan korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya serta pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023–2026.

Adapun OTT kedelapan diumumkan pada 10 Maret 2026 dengan penangkapan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari.

KPK kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close