Kasus Ebola di RD Kongo Lampaui 3.000, Lebih dari 1.300 Orang Meninggal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 14:11
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo telah menembus 3.000 kasus, menurut data resmi yang dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026. Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo telah menembus 3.000 kasus, menurut data resmi yang dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Kinshasa - Wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo terus bertambah. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026, jumlah kasus terkonfirmasi kini mencapai 3.075 kasus.

Otoritas kesehatan RD Kongo melaporkan, dari total kasus tersebut sebanyak 1.354 orang meninggal dunia, 556 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 755 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi.

Penyebaran wabah terjadi di lima provinsi, yakni Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uele, dan Tshopo.

Baca JugaKasus Ebola di RD Kongo Capai 2.423 Orang, Korban Meninggal Tembus 967

Perdana Menteri RD Kongo Judith Suminwa Tuluka mengatakan para peneliti saat ini tengah mengembangkan vaksin dan pengobatan untuk melawan virus Ebola Bundibugyo (Bundibugyo ebolavirus), yaitu galur virus yang menjadi penyebab wabah di negara tersebut.

Ia berharap vaksin dan terapi tersebut dapat tersedia dalam dua hingga empat bulan ke depan. Pemerintah, lanjutnya, juga telah mengalokasikan pendanaan guna mendukung proses penelitian, meski belum menjelaskan lebih rinci mengenai tahapan pengembangan maupun proses persetujuannya.

Baca JugaLonjakan Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo Tembus 1.528 Kasus

Hingga kini belum ada vaksin ataupun pengobatan yang memperoleh izin khusus untuk menangani virus Ebola Bundibugyo. Namun, sejumlah vaksin dan terapi eksperimental masih menjalani tahap evaluasi klinis.

Sementara itu, Universitas Oxford pada Jumat, 24 Juli 2026, mengumumkan relawan pertama telah menerima suntikan vaksin ChAdOx1 BDBV dalam uji klinis manusia pertama di dunia. Vaksin tersebut dikembangkan untuk memberikan perlindungan terhadap virus Ebola Bundibugyo.

(Sumber: Antara)
 
 
x|close