Kasus Ebola di RD Kongo Meningkat Jadi 598, 115 Orang Dilaporkan Meninggal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 15:53
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Para petugas medis membersihkan pusat perawatan Ebola di Goma, Republik Demokratik Kongo (DRC), pada 4 Juni 2026. (ANTARA/Xinhua) Para petugas medis membersihkan pusat perawatan Ebola di Goma, Republik Demokratik Kongo (DRC), pada 4 Juni 2026. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Kinshasa - Otoritas kesehatan masyarakat Republik Demokratik (RD) Kongo melaporkan peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola yang kini mencapai 598 kasus, dengan total 115 kematian hingga Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam laporan terbaru, pada Senin, 8 Juni 2026 tercatat tambahan 48 kasus baru yang telah dikonfirmasi, termasuk 14 kematian. Di sisi lain, tiga pasien dilaporkan telah sembuh, sehingga total pasien yang berhasil pulih menjadi 22 orang.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa tren kasus terus meningkat dari minggu ke minggu, yang mengindikasikan masih berlangsungnya penularan di tengah masyarakat. Otoritas kesehatan pun memperingatkan adanya potensi penyebaran lebih luas apabila upaya penanganan tidak segera diperkuat.

Laporan itu menyebutkan bahwa kasus terkonfirmasi terus meningkat dari minggu ke minggu, menunjukkan "penularan yang terus terjadi di tengah masyarakat" dari penyakit tersebut. Otoritas kesehatan memperingatkan kemungkinan penyebaran geografis yang cepat dari wabah ini jika langkah-langkah kesehatan masyarakat tidak segera dilakukan.

Baca Juga: Ada 515 Kasus Ebola di Kongo, 91 Orang Meninggal Dunia

Saat ini, sebanyak 297 pasien masih menjalani perawatan atau isolasi, yang terdiri dari 113 kasus terkonfirmasi dan 184 kasus suspek, berdasarkan laporan tersebut.

Selain itu, tantangan penanganan juga dipengaruhi oleh kondisi keamanan di lapangan. Kelompok bersenjata dilaporkan masih beroperasi di sejumlah wilayah Provinsi Ituri, yang menjadi pusat wabah, sehingga membatasi akses petugas kesehatan ke beberapa zona berisiko tinggi.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa kondisi keamanan terus memengaruhi respons penanganan. Kelompok-kelompok bersenjata masih aktif di beberapa wilayah Provinsi Ituri, yang menjadi pusat wabah, sehingga membatasi akses ke beberapa zona kesehatan yang terdampak atau berisiko tinggi, ungkap laporan tersebut.

Baca Juga: WHO Peringatkan Wabah Ebola di RD Kongo Makin Meluas, Risiko Regional Dinilai Tinggi

Wabah Ebola kali ini, yang disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo, secara resmi diumumkan oleh Kementerian Kesehatan RD Kongo pada 15 Mei.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) pada hari yang sama menyampaikan peringatan bahwa upaya penanggulangan menghadapi berbagai hambatan operasional. Mereka menyebut sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah terdampak masih berada dalam kondisi kurang memadai, termasuk keterbatasan air bersih, insinerator, alat pelindung diri, serta perlengkapan dekontaminasi.

(Sumber: Antara)

x|close