Ntvnews.id, Kinshasa - Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo terus bertambah. Otoritas kesehatan setempat melaporkan total kasus mencapai 2.423 orang, dengan 967 di antaranya meninggal dunia.
Berdasarkan laporan terbaru otoritas kesehatan, sebanyak 734 pasien masih menjalani karantina atau perawatan hingga Minggu, 19 Juli 2026. Sementara itu, 469 pasien lainnya telah dinyatakan pulih sejak wabah tersebut mulai terjadi.
Otoritas kesehatan juga mencatat adanya wilayah terdampak baru, yakni zona kesehatan Adja di Provinsi Ituri. Dengan penambahan tersebut, jumlah zona kesehatan terdampak meningkat menjadi 47 wilayah yang tersebar di lima provinsi.
Dari total wilayah terdampak, sebanyak 46 zona kesehatan masih mengalami penularan aktif.
Baca Juga: WHO Peringatkan Wabah Ebola di RD Kongo Makin Meluas, Risiko Regional Dinilai Tinggi
Wabah Ebola yang disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo pertama kali diumumkan pada Kamis, 15 Mei 2026. Penyebaran virus tersebut telah meluas ke lima provinsi di RD Kongo.
Pergerakan penduduk, kondisi keamanan yang rentan, aktivitas pertambangan skala kecil, serta aktivitas lintas batas dengan Uganda dan Sudan Selatan disebut terus "memfasilitasi" penyebaran virus.
Hingga 19 Juli 2026, wabah tersebut juga telah menjangkiti 121 tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan Ebola di Provinsi Ituri. Dari jumlah tersebut, 36 tenaga kesehatan dilaporkan meninggal dunia.
Di sisi lain, RD Kongo bersama Uganda melakukan penilaian teknis bersama terhadap laboratorium keliling di Kasenyi yang berada dekat wilayah perbatasan.
Baca Juga: WHO: 75 Nakes di Kongo Terinfeksi Ebola, 17 Meninggal
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap penyebaran Ebola di kawasan perbatasan kedua negara.
(Sumber: Antara)
Sebuah keluarga berada di kamp untuk pengungsi di dekat Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, pada 4 Juli 2026. (Antara)