WHO: Kasus Ebola di Kongo Tembus 1.000 dalam Sebulan, 267 Orang Meninggal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 12:20
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Tenaga medis mengenakan pakaian pelindung saat menangani wabah virus ebola di Republik Demokratik Kongo Ilustrasi - Tenaga medis mengenakan pakaian pelindung saat menangani wabah virus ebola di Republik Demokratik Kongo (Antara)

Ntvnews.id, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa jumlah kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo telah menembus angka 1.000 hanya dalam waktu satu bulan sejak wabah tersebut merebak. Kondisi ini menjadikannya sebagai epidemi Ebola terbesar yang pernah dialami negara itu pada fase awal penyebaran penyakit.

Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO, Abdi Mahamud, menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan Kongo, hingga Senin (22/6) tercatat sebanyak 1.048 kasus Ebola yang telah terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, 267 orang dilaporkan meninggal dunia.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Jenewa, Mahamud menegaskan bahwa penyebaran wabah masih terus berlangsung di berbagai wilayah terdampak.

"Sejak terakhir kali saya memberikan pengarahan pada 9 Juni dari Bunia, wabah ini terus meluas," kata Mahamud.

Baca Juga: WHO: 75 Nakes di Kongo Terinfeksi Ebola, 17 Meninggal

Usai menjalankan misi selama sebulan di Kongo, Mahamud menjelaskan bahwa karakteristik penyebaran Ebola tidak seragam di seluruh zona kesehatan. Sejumlah daerah memperlihatkan perkembangan kasus yang relatif stabil, namun beberapa wilayah lainnya justru mengalami peningkatan kasus yang cukup signifikan.

Untuk mengimbangi laju penyebaran penyakit, berbagai langkah penanganan terus diperluas. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas layanan kesehatan. Dalam dua pekan terakhir, jumlah tempat tidur perawatan bertambah dari hanya beberapa unit menjadi lebih dari 500 tempat tidur yang tersebar di 19 fasilitas kesehatan.

Selain itu, kemampuan pengujian laboratorium juga mengalami peningkatan tajam. Jika bulan lalu kapasitas pemeriksaan hanya sekitar 30 tes per hari, kini jumlahnya telah melampaui 2.000 tes harian. Pemeriksaan tersebut dilakukan melalui delapan laboratorium yang tersebar di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Meski kapasitas layanan terus diperkuat, Mahamud mengingatkan bahwa fasilitas perawatan mulai menghadapi tekanan yang cukup berat. Tingkat keterisian tempat tidur saat ini telah mencapai 84 persen dari total kapasitas yang tersedia.

Baca Juga: WHO Peringatkan Wabah Ebola di RD Kongo Makin Meluas, Risiko Regional Dinilai Tinggi

Mahamud menggambarkan wabah Ebola yang tengah berlangsung sebagai situasi yang "menantang dan kompleks". Untuk mendukung upaya pengendalian penyakit, WHO mengajukan kebutuhan pendanaan sebesar 115 juta dolar AS atau sekitar Rp2,06 triliun guna memperlambat hingga menghentikan rantai penularan.

Di sisi lain, penyebaran wabah juga berdampak ke negara tetangga. Mahamud mengungkapkan bahwa Uganda telah melaporkan kasus Ebola terkonfirmasi ke-20 yang berkaitan dengan wabah yang sedang berlangsung di Kongo.

(Sumber: Antara)

 
 

 

x|close