Pramono Ungkap Identitas Korban Longsor Sampah Bantargebang: 2 Sopir, 1 Pedagang, dan 1 Pemulung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 11:50
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkap identitas empat korban yang meninggal dunia akibat longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tragedi tersebut terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB dan menewaskan dua sopir, seorang pedagang perempuan, serta seorang pemulung.

Menurut Pramono, dari empat korban tersebut terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Salah satu korban adalah pedagang perempuan berusia sekitar 60 tahun yang saat itu berjualan di area sekitar lokasi kejadian.

"Empat orang yang meninggal, dua orang sopir, satu orang memang jualan ibu-ibu yang berusia 60 tahun kemudian satu orang adalah pemulung, perempuan juga. Jadi dua laki-laki, dua perempuan," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Pramono menjelaskan bahwa pedagang tersebut sebenarnya tidak berjualan tepat di lokasi tumpukan sampah. Posisi lapaknya berada agak jauh di tepi jalan operasional. Namun, longsoran sampah yang bergerak atau sliding akhirnya tetap mengenai korban.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaktifkan operasi tanggap darurat penanganan longsor di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. <b>(Antara)</b> Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaktifkan operasi tanggap darurat penanganan longsor di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. (Antara)

Baca Juga: Pramono Sampaikan Duka, 4 Orang Meninggal Akibat Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang

"Tempat ibu jualan itu sebenarnya tidak secara langsung di tempat apa ya agak berjarak dengan sampahnya, tetapi karena longsor sliding, akhirnya terkena ibu tersebut. Sebenarnya agak di tepi jalan. Jadi sekali lagi, tentunya Pemerintah DKI Jakarta sungguh berduka untuk ini," jelasnya.

Pramono juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut. Ia mengatakan peristiwa longsor gunungan sampah di Zona 4 TPST Bantargebang diduga dipicu oleh hujan deras dengan durasi yang cukup lama sehingga membuat tumpukan sampah menjadi tidak stabil.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya empat orang dalam peristiwa longsornya gunung sampah di Zona 4 TPST Bantargebang yang terjadi pada hari Minggu yang lalu, tepatnya jam 14.30 WIB, akibat hujan lebat dan durasi panjang," ungkapnya.

Longsor terjadi di area Zona 4A dan menyebabkan jalan operasional di lokasi tersebut tertutup material sampah. Selain itu, aliran Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter juga ikut tertimbun akibat longsoran.

x|close