Venezuela dan AS Sepakati Kerja Sama Perangi Narkoba dan Migrasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 18:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi unjuk rasa guna memprotes operasi militer AS di Venezuela yang bermuara pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) Ilustrasi unjuk rasa guna memprotes operasi militer AS di Venezuela yang bermuara pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Kota Meksiko - Venezuela dan Amerika Serikat menyepakati penguatan kerja sama bilateral dalam upaya memerangi perdagangan narkoba ilegal serta menangani isu migrasi dan persoalan lain yang menjadi kepentingan bersama. Kesepakatan itu terjalin setelah kunjungan Kepala Komando Selatan AS, Jenderal Francis Donovan.

Menteri Komunikasi dan Informasi Venezuela Miguel Angel Perez Pirela menyampaikan melalui platform X pada Kamis, 19 Februari 2026, bahwa “Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk bekerja mengembangkan agenda kerja sama bilateral guna memerangi perdagangan narkoba ilegal di kawasan kita, migrasi, dan isu lainnya.”

Sebelumnya, pada Rabu, 18 Februari 2026, Donovan melakukan pertemuan dengan Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez, serta Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, dan Perdamaian Diosdado Cabello.

Dalam kesempatan itu, Rodriguez menekankan pentingnya jalur diplomasi dalam menyelesaikan perbedaan kedua negara. “Pertemuan ini menegaskan bahwa jalur diplomatik harus menjadi mekanisme untuk menyelesaikan perbedaan dan membahas topik-topik yang menjadi kepentingan bilateral dan regional bagi semua pihak,” kata Delcy Rodriguez.

Komando Selatan AS juga mengumumkan bahwa kunjungan tersebut membahas situasi keamanan serta stabilitas regional, termasuk potensi kolaborasi dalam menghadapi tantangan lintas batas.

Baca Juga: Rodriguez Tegaskan Dirinya Memimpin Venezuela, Bantah Klaim AS Kendalikan Caracas

Hubungan kedua negara sebelumnya sempat memanas setelah pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melakukan operasi penangkapan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa ke New York. Otoritas AS menuduh keduanya terlibat dalam kasus “narko-terorisme”.

Dalam persidangan di New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut.

Menanggapi operasi itu, pemerintah di Caracas meminta digelarnya pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk sementara menjalankan tugas sebagai kepala negara.

Pada 5 Januari 2026, Rodriguez resmi menjabat sebagai presiden sementara Venezuela dan mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Majelis Nasional.

Baca Juga: Trump Umumkan Pembukaan Kembali Wilayah Udara Venezuela bagi Penerbangan AS

(Sumber: Antara) 

x|close