Ntvnews.id, Inggris - Kepolisian Thames Valley secara resmi mengumumkan penangkapan mantan Duke of York, Pangeran Andrew
Dalam pernyataan resminya, kepolisian menyampaikan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan yang kini telah resmi dibuka.
“Sebagai bagian dari penyelidikan, hari ini kami telah menangkap seorang pria berusia enam puluhan dari Norfolk atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik dan sedang melakukan penggeledahan di sejumlah alamat di Berkshire dan Norfolk," ujar mereka dikutip dari laman BBC.
Polisi juga menegaskan bahwa Andrew saat ini masih berada dalam tahanan.
“Pria tersebut saat ini masih berada dalam tahanan polisi," tambah mereka.
Meski identitas tersangka tidak disebutkan dalam rilis resmi, kepolisian menekankan bahwa hal tersebut dilakukan sesuai pedoman nasional yang berlaku, serta mengingatkan media untuk berhati-hati dalam pemberitaan karena perkara sudah aktif secara hukum.
“Kami tidak akan menyebutkan nama pria yang ditangkap, sesuai pedoman nasional. Harap diingat bahwa kasus ini kini sudah aktif sehingga perlu kehati-hatian dalam setiap publikasi agar tidak melanggar aturan contempt of court.”
Penyelidikan Dibuka Setelah Penilaian Menyeluruh
Asisten Kepala Kepolisian Thames Valley, Oliver Wright, menyatakan bahwa keputusan membuka penyelidikan diambil setelah evaluasi menyeluruh atas tuduhan yang diterima.
“Setelah melakukan penilaian yang menyeluruh, kami kini telah membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik ini," katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas proses hukum yang sedang berjalan.
“Penting bagi kami untuk melindungi integritas dan objektivitas penyelidikan ini saat kami bekerja sama dengan para mitra untuk menyelidiki dugaan tindak pidana tersebut," jelasnya.
Wright juga mengakui besarnya perhatian publik terhadap kasus yang menyeret nama adik Raja Charles III itu.
“Kami memahami besarnya kepentingan publik dalam kasus ini, dan kami akan memberikan pembaruan pada waktu yang tepat," tutup dia.
Pangeran Andrew (BBC)