Tragedi Penembakan di Pertandingan Hoki AS: 3 Tewas, 3 Kritis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Feb 2026, 14:45
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Polisi masih memasang garis pembatas di arena Dennis M. Lynch sehari setelah penembakan mematikan yang terjadi saat pertandingan hoki remaja, Selasa, 17 Februari 2026, di Pawtucket, Rhode Island. Polisi masih memasang garis pembatas di arena Dennis M. Lynch sehari setelah penembakan mematikan yang terjadi saat pertandingan hoki remaja, Selasa, 17 Februari 2026, di Pawtucket, Rhode Island. (AP)

Ntvnews.id, Amerika Serikat - Insiden penembakan terjadi di arena es dalam ruangan Dennis M. Lynch Arena, Pawtucket, Rhode Island, Amerika Serikat, pada Senin sore, 16 Februari 2026 waktu setempat saat pertandingan hoki tingkat SMA berlangsung. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya tiga orang dan membuat tiga lainnya dirawat dalam kondisi kritis.

Kepala Kepolisian Pawtucket, Tina Goncalves, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pelaku termasuk di antara korban tewas.

“Kami sedang menyatukan semua potongan kejadian ini,” ujarnya dikutip dari laman CTV News, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menjelaskan, satu korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Pelaku diduga tewas akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri.

Polisi mengungkapkan bahwa aksi tersebut diduga merupakan serangan yang ditargetkan dan kemungkinan berkaitan dengan perselisihan keluarga. Wali Kota Pawtucket, Don Grebien, mengatakan penembakan terjadi saat pertandingan hoki putra yang melibatkan sejumlah sekolah setempat.

Otoritas mengidentifikasi pelaku sebagai Robert Dorgan (56), yang juga dikenal dengan nama Roberta Esposito dan Roberta Dorgano. Ia diduga menargetkan mantan istrinya, Rhonda Dorgan, serta putra dewasa mereka, Aidan Dorgan, yang keduanya tewas. Tiga korban lain, orang tua Rhonda, Linda dan Gerald Dorgan, serta seorang teman keluarga, Thomas Geruso, mengalami luka serius dan masih dirawat intensif.

Rekaman siaran langsung pertandingan yang beredar di media sosial menangkap suara rentetan tembakan cepat, disusul kepanikan pemain dan penonton yang berlarian mencari perlindungan. Polisi menyebut beberapa warga yang berada di lokasi sempat mencoba melumpuhkan pelaku di tribun sebelum ia kembali melepaskan tembakan ke dirinya sendiri.

Sehari sebelum kejadian, pelaku diketahui aktif di media sosial menanggapi isu-isu terkait transgender. Dokumen pengadilan menunjukkan mantan istrinya pernah mengajukan gugatan cerai pada 2020 setelah hampir 30 tahun menikah, dengan alasan perbedaan yang tidak dapat didamaikan.

Dorgan tercatat sebagai karyawan General Dynamics Bath Iron Works di Maine dan pernah bergabung dengan Korps Marinir AS pada 1988, namun diberhentikan kurang dari tiga bulan kemudian. Rekan kerja menyebut ia memiliki temperamen buruk dan kerap terlibat perselisihan di tempat kerja.

Tragedi ini terjadi kurang dari dua bulan setelah penembakan lain mengguncang negara bagian tersebut, yakni insiden di Brown University yang menewaskan dua mahasiswa. Pada Selasa malam, warga menggelar doa bersama di Slatersville Congregational Church sebagai bentuk solidaritas dan dukacita bagi para korban.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Diplomatic Threads (@diplomaticthreads)

x|close