Ntvnews.id, Jakarta - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri mengungkapkan bahwa siswa yang melakukan pelemparan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, tergabung dalam grup True Crime Community yang menyebarkan ideologi kekerasan. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026, mengatakan bahwa ketertarikan pelaku terhadap konten kekerasan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aksinya.
“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam komunitas True Crime Community,” kata Mayndra.
Ia menjelaskan, anak tersebut diketahui merupakan korban perundungan oleh teman-temannya. Kondisi itu memicu keinginan balas dendam, yang kemudian diperparah dengan dugaan adanya permasalahan dalam lingkungan keluarga.
“Balas dendam kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” katanya.
Mayndra menegaskan bahwa Densus 88 AT Polri turut mendampingi Polda Kalimantan Barat dalam penanganan kasus tersebut, mulai dari proses pemetaan hingga pemenuhan alat bukti untuk kepentingan penyidikan.
Baca Juga: SMPN 3 Sungai Raya Dilempar Bom Molotov, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Sebelumnya, Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (Kasubsi Penmas) Polres Kubu Raya Aiptu Ade menjelaskan bahwa pelaku datang ke area sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang memicu percikan api serta kepulan asap.
Beruntung, pihak sekolah bersama warga sekitar bergerak cepat melakukan penanganan awal sehingga api dapat segera dipadamkan dan tidak merambat ke bangunan utama maupun ruang kelas. “Tidak ada korban jiwa. Situasi berhasil dikendalikan dengan cepat,” kata dia.
Personel Polsek Sungai Raya langsung mengamankan lokasi kejadian, sementara tim Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya melakukan pengumpulan barang bukti guna mendukung proses penyelidikan.
Pihak kepolisian memastikan kondisi keamanan di lingkungan sekolah telah terkendali dan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan pengawasan aparat.
Baca Juga: Polda Metro Buru Pelaku Teror Bom Molotov dan Bangkai Ayam ke DJ Donny
(Sumber: Antara)
Juru Bicara Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana (tengah) berbicara dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu 7 Januari 2026. ANTARA/Nadia Putri Rahmani (Antara)