Pramono: Alhamdulillah Sampai Hari Ini Tak Ditemukan Virus Nipah di Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 11:48
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus virus nipah di Jakarta.

"Virus nipah sekali lagi, Alhamdulillah sampai hari ini di Jakarta belum ditemukan yang terkena virus nipah," ucapnya saat dijumpai di Jakarta Barat, Selasa, 3 Februari 2026.

Orang nomor satu di DKI ini juga menuturkan, bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan RI mengenai hal tersebut.

"Mudah-mudahan Jakarta segera mengantisipasi itu," harapnya.

Pramono Anung menambahkan, bahwa dirinya sudah meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk segera mengatasi dan menangani hal ini.

"Mudah-mudahan Jakarta lebih tanggap, karena persoalan yang menyangkut virus nipah terus kemudian yang kemarin kencing tikus dan sebagainya mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta," terangnya.

Baca Juga: Pramono Tertibkan Bendera Partai Terpasang di Flyover Jakarta: Ganggu Banget!

Ani Ruspitawati <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Ani Ruspitawati (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Dinkes DKI Imbau Masyarakat Tetap Waspadai Virus Nipah

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap Virus Nipah, salah satu penyakit zoonotik berbahaya yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Virus Nipah merupakan penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang memiliki tingkat risiko tinggi. Virus ini dapat menyebar tidak hanya dari hewan ke manusia, tetapi juga antar manusia, sehingga berisiko menimbulkan wabah serius jika tidak diantisipasi dengan baik.

Ani Ruspitawati menjelaskan bagaimana virus tersebut bisa menular, bisa jadi kontak dengan hewan hingga dari minum atau makanan.

"Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi (terutama kelelawar pemakan buah), konsumsi makanan/minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita," katanya di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

x|close