Diprotes Warga, Pemprov DKI Kini Tingkatkan Teknologi Pengendalian Lingkungan di RDF Plant Rorotan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 05:45
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau Fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau (DLH DKI/ NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap menjaga kualitas lingkungan melalui penguatan sistem pengendalian dampak lingkungan di RDF Plant Rorotan. Langkah ini dilakukan dengan meningkatkan teknologi pengendalian pencemaran udara agar proses pengolahan sampah berjalan aman, ramah lingkungan, dan sesuai standar yang berlaku.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengungkapkan bahwa RDF Plant Rorotan kini telah mengalami peningkatan signifikan pada sistem Air Pollution Control Devices (APCD). Pembaruan ini menjadi bagian penting dari upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi yang bertanggung jawab.

Menurut Asep, salah satu fokus utama peningkatan tersebut adalah pengendalian bau dan emisi udara. Saat ini, RDF Plant Rorotan telah dilengkapi empat unit deodorizer, meningkat dari sebelumnya tiga unit. Perangkat ini berfungsi menekan bau sejak awal proses pengolahan sehingga tidak menyebar ke lingkungan sekitar.

“Peningkatan teknologi ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara. Saat ini telah terpasang empat unit deodorizer, meningkat dari sebelumnya tiga unit, yang bekerja menekan bau sejak dari sumber proses sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar,” ujar Asep dalam keterangannya, dikutip Senin, 2 Februari 2026.

asilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau  <b>(DLH DKI/ NTVNews.id)</b> asilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau (DLH DKI/ NTVNews.id)

Tak hanya itu, sistem pengendalian emisi di RDF Plant Rorotan juga dirancang secara berlapis dan komprehensif. Fasilitas ini didukung enam unit cyclone, baghouse filter, dan wet scrubber, serta diperkuat dua unit wet scrubber tahap kedua, dua wet electrostatic precipitator, dua filter karbon aktif, delapan induced draft fan, dan dua cerobong emisi yang dirancang untuk pelepasan gas buang secara aman dan terkendali.

Asep menambahkan, seluruh teknologi tersebut dirancang agar operasional RDF Plant Rorotan memenuhi standar teknis serta regulasi lingkungan hidup yang berlaku. Proses peningkatan dan pengoperasian sistem pengendalian ini juga berada di bawah pengawasan Ahli Pencemaran Udara dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan di sekitar fasilitas.

“Peningkatan teknologi pengendalian emisi, bau dan kualitas pengoperasian RDF Plant Rorotan juga berada di bawah supervisi Ahli Pencemaran Udara dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan pengawasan ini, kami memastikan seluruh sistem pengendalian berjalan optimal dan sesuai kaidah ilmiah,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung diprotes warga secara langsung, menyampaikan bahwa dampak RDF Rorotan menimbulkan sejumlah masalah, di antaranya bau hingga sang anak sakit. Bahkan, warga tersebut meminta RDF Rorotan untuk ditutup.

Protes tersebut dilayangkan oleh seorang ibu-ibu saat Pramono melakukan kunjungan ke Taman Kelinci Roci, Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat, 30 Januari 2026. 

x|close