Pramono Hentikan Sementara Operasional RDF Rorotan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jan 2026, 14:43
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan yang berlokasi di Jakarta Utara.

Kebijakan ini diambil sebagai respons atas keluhan warga terkait dampak lingkungan, khususnya pada proses transportasi sampah.

"Untuk sementara ini saya minta untuk di-stop. Mudah-mudahan ini akan bisa mengatasi persoalan transportasi sampah yang ada di Rorotan ini," ucap Pramono di Jakarta Utara, Jumat, 30 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa masalah utama RDF Rorotan bukan terletak pada proses pengolahan, melainkan pada sistem angkutan sampah. Saat proses pengangkutan berlangsung, air lindi dari sampah menetes di jalan, sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan memicu protes masyarakat sekitar.

Menurutnya, RDF Rorotan sendiri telah beberapa kali melalui tahap commissioning, bahkan mampu mengolah sampah hingga 200, 300, sampai 500 ton per hari tanpa kendala berarti.

Baca Juga: Pramono Gelar Rapat Terbatas, Bahas Normalisasi Sungai hingga Perbaikan Jalan

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Resmikan Taman Kelinci Roci di Jakut, Pramono: Dulu Tempat Ini Kumuh

"Masalahnya adalah transportasi dan untuk itu saya sudah minta untuk dilakukan perbaikan," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan peremajaan armada pengangkut sampah. Pada tahun 2025, pemerintah membeli kendaraan khusus baru yang dinilai lebih layak dan ramah lingkungan. Pramono menegaskan bahwa armada lama tidak lagi diizinkan beroperasi.

Meski dihentikan sementara, Pramono menegaskan bahwa RDF Rorotan tidak akan ditutup permanen. Pasalnya, fasilitas tersebut merupakan proyek yang dibangun sebelum masa kepemimpinannya dan menyerap anggaran yang sangat besar.

"Jadi RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problemnya lebih rumit lagi, enggak mungkin," tegas Pramono Anung.

x|close