2 Mahasiswa Universitas Halu Oleo Hilang Kontak di Hutan Konawe

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 10:21
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Dua mahasiswa Jurusan Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, angkatan pertama 2023 dilaporkan tersesat di kawasan hutan di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dua mahasiswa Jurusan Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, angkatan pertama 2023 dilaporkan tersesat di kawasan hutan di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). (kendari info)

Ntvnews.id, Jakarta - Dua mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dilaporkan tersesat di kawasan hutan di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka dikabarkan sulit dihubungi oleh pihak keluarga juga petugas.

Informasi tersebut diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada Selasa (28/1/2026) sekitar pukul 00.20 Wita. Laporan disampaikan oleh Amritzal Nur selaku dosen pembimbing lapangan.

Informasi dan video diunggah akun kendari info.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kendariinfo (@kendariinfo)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan laporan awal menyebutkan adanya kondisi membahayakan manusia terhadap dua orang mahasiswa yang tidak kembali dari kegiatan lapangan.

“Pada pukul 00.20 Wita Comm Centre KPP Kendari menerima informasi adanya dua orang yang tersesat di hutan Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu,” ujar Amiruddin A.S.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 00.35 Wita Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian perkara untuk memberikan bantuan SAR. Jarak tempuh dari KPP Kendari ke lokasi kejadian sekitar 68 kilometer.

Tim Rescue KPP Kendari tiba di LKP pada pukul 02.30 Wita. Namun, pada pukul 03.23 Wita operasi SAR dihentikan sementara dan direncanakan dilanjutkan kembali pada pagi hari pukul 07.00 Wita.

Pada pukul 07.00 Wita, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian. Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga sektor. Tim pertama menyisir area seluas 2,5 kilometer persegi ke arah utara dari LKP. Tim kedua menyisir area seluas 2,5 kilometer persegi ke arah timur dari LKP. Sementara tim ketiga menyisir area seluas 2,5 kilometer persegi ke arah tenggara dari LKP.

Adapun identitas korban yang dilaporkan tersesat yakni Taufik (22 tahun), dan Dimas (22). Dalam operasi SAR tersebut, unsur yang terlibat terdiri atas staf operasi KPP Kendari, rescuer KPP Kendari, BPBD Konawe, Damkar Konawe, Fakultas Geologi, serta masyarakat sekitar.

Baca Juga: Viral Mahasiswa PTN Lompat dari Jembatan Suhat Malang dan Masih Hidup

x|close