Philips Indonesia Dorong Produksi Alat Kesehatan Lokal dengan TKDN 40%

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 14:31
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Penandatanganan Philips Bersama Mitra Lokal untuk Produksi Alkes Penandatanganan Philips Bersama Mitra Lokal untuk Produksi Alkes (NTVNews.id: Dedi)

Ntvnews.id, Jakarta - Philips Indonesia memperkuat komitmennya terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional dengan menggandeng produsen lokal untuk memproduksi perangkat medis di dalam negeri. Melalui kerja sama ini, Philips menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 40% untuk produk ultrasound dan patient monitor.

Produksi akan dilakukan bersama PT Graha Teknomedika dan PT PHC Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Produksi Dalam Negeri yang digelar pada Senin (26/1/2026).

Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan, menjelaskan bahwa proses saat ini masih dalam tahap eksplorasi untuk mencapai target maksimal TKDN. Meski demikian, langkah awal produksi lokal telah mulai disiapkan.

"Sekarang ini lagi dieksplor untuk menuju maksimum 40%, saat ini kita mulai hanya untuk produksi lokal Indonesia," kata Astri.

Baca Juga: 631 Ribu Lebih Wajib Pajak Laporkan SPT Hingga 26 Januari 2026

Ia menambahkan, meskipun belum merinci volume produksi, pelaksanaan produksi alat kesehatan dengan TKDN 40% ditargetkan dimulai pada semester I/2026. Produk tersebut akan dipasarkan khusus untuk kebutuhan domestik, baik sektor pemerintah maupun swasta.

"Segera kita merealisasikan semua komponen untuk produksi yang akan dimulai segera," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, President Director Philips APAC, Stephanie Sievers, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Philips dalam memperkuat sistem kesehatan Indonesia melalui pengembangan manufaktur lokal.

Ia menyebut Philips telah hadir di Indonesia selama lebih dari 120 tahun, dengan lebih dari 3.900 karyawan di 10 kota, termasuk pengembangan fasilitas manufaktur di Batam.

“Hari ini adalah tentang mengembangkan akses ke penjagaan dan memperkuat penjagaan kesehatan untuk Indonesia di Indonesia. Ini tentang memungkinkan diagnosis yang tepat dan berkelanjutan serta mendukung tenaga kesehatan yang merawat pasien di sini,” tuturnya.

Baca Juga: Pramono Pede Akui Infrastruktur di Jakarta Lebih Baik Tangani Banjir

Stephanie menilai manufaktur lokal memungkinkan penguatan kapasitas layanan kesehatan sekaligus membangun kapabilitas medis nasional.

“Manufaktur lokal memungkinkan penjagaan dalam waktu yang tepat, memperkuat kapasitas penjagaan, dan yang paling penting menjaga kebutuhan pasien di seluruh negara,” ujarnya.

Produksi akan difokuskan pada sistem ultrasound beresolusi tinggi yang dilengkapi teknologi AI untuk berbagai aplikasi klinis, serta perangkat patient monitoring yang telah digunakan secara global dan dikenal karena kejelasan data, sistem alarm cerdas, serta integrasi dengan sistem rumah sakit.

“Dampaknya jelas, yaitu akses yang lebih cepat terhadap teknologi diagnostik bagi pasien di seluruh Indonesia dan dukungan yang lebih kuat bagi tenaga kesehatan yang memberikan perawatan setiap hari,” pungkasnya.

x|close