Ntvnews.id, Kairo - Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, mendesak Israel agar segera menarik pasukannya dari Jalur Gaza serta membuka kembali penyeberangan Rafah sesuai kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai tahun lalu.
Seruan itu disampaikan Abdelatty dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Christopher Landau, di Kairo pada Minggu, 25 Januari 2026. Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral Mesir–AS sekaligus dinamika perkembangan kawasan.
Dilansir dari TRT World, Senin, 26 Januari 2026, kedua pejabat diplomatik membahas berbagai langkah untuk memperkuat kemitraan strategis Mesir dan Amerika Serikat, termasuk pengembangan kerja sama politik dan ekonomi, sebagaimana disampaikan dalam keterangan Kementerian Luar Negeri Mesir.
Selain isu bilateral, diskusi juga menyinggung situasi di Jalur Gaza, Sudan, kawasan Tanduk Afrika, serta persoalan keamanan air yang menjadi perhatian Mesir.
Baca Juga: Tiba di Indonesia, Presiden Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp90 T dan Peluang Perdamaian Gaza
Abdelatty turut menyambut keikutsertaan Mesir dalam “Board of Peace” yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Dewan internasional ini bertujuan mendorong stabilitas, memulihkan tata kelola pemerintahan yang baik dan supremasi hukum, serta menjamin perdamaian berkelanjutan di wilayah yang terdampak maupun terancam konflik, sesuai piagamnya.
Dalam pertemuan tersebut, Abdelatty menegaskan pentingnya pelaksanaan kewajiban tahap kedua dari rencana Trump untuk Gaza. Hal ini mencakup dukungan terhadap komite nasional yang diberi mandat mengelola Gaza, serta percepatan pengerahan pasukan stabilisasi internasional guna memantau pelaksanaan gencatan senjata.
Ilustrasi - Jalur Gaza setelah gencata senjata. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)
Ia juga menekankan perlunya membuka kembali penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir dari dua arah, sekaligus menuntut penarikan pasukan Israel dari Gaza agar proses pemulihan awal dan rekonstruksi dapat segera berjalan, sebagaimana tercantum dalam pernyataan resmi.
Pada hari yang sama, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa Washington telah mencapai kesepahaman dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai pembukaan kembali penyeberangan Rafah, yang menjadi jalur krusial penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Baca Juga: Prabowo Teken Piagam Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump di Davos
Sementara itu, situs berita Israel Walla menyebutkan bahwa penyeberangan Rafah dijadwalkan kembali dibuka pada pekan ini.
Rencana gencatan senjata tersebut berhasil menghentikan perang Israel di Gaza yang berlangsung selama dua tahun. Konflik itu menewaskan lebih dari 71.000 orang sebagian besar perempuan dan anak-anak serta melukai lebih dari 171.000 orang sejak Oktober 2023.
Warga Palestina menyambut gembira pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di depan markas besar komite Mesir di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Kamis (9/10/2025) waktu setempat. Israel dan Hamas, Kamis (9/10) menyepakati gen (ANTARA)