Uni Eropa Desak Israel Hentikan Proyek Permukiman di Tepi Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jan 2026, 13:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Anggota pasukan Israel terlihat selama operasi militer di Ramallah, Tepi Barat tengah, 16 September 2025. (ANTARA/Ayman Nobani/Xinhua.) Anggota pasukan Israel terlihat selama operasi militer di Ramallah, Tepi Barat tengah, 16 September 2025. (ANTARA/Ayman Nobani/Xinhua.) (Antara)

Ntvnews.id, Brussel - Uni Eropa meminta Israel segera menghentikan proyek permukiman E1 di wilayah pendudukan Tepi Barat, seraya memperingatkan bahwa langkah-langkah terbaru yang mendorong perluasan permukiman berpotensi mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dalam pernyataan resminya, Juru Bicara Komisi Eropa Anouar El Anouni menyatakan bahwa pengumuman tenggat tender pembangunan 3.401 unit rumah dalam rencana E1, serta kemajuan pembangunan jalan yang dikenal sebagai Sovereignty Road, dinilai sebagai provokasi serius.

Dikutip dari Antara, Sabtu, 17 Januari 2026, Uni Eropa juga menyampaikan keprihatinan atas rencana pembangunan permukiman di kawasan Atarot dan Nahalat Shimon di Yerusalem Timur.

El Anouni menegaskan bahwa kebijakan permukiman Israel merupakan hambatan utama bagi terwujudnya perdamaian. Ia menilai langkah tersebut berisiko memperparah ketidakstabilan di Tepi Barat, memicu pemindahan ribuan warga Palestina, memecah wilayah Tepi Barat, serta mendorong aksi kekerasan lanjutan oleh para pemukim.

Baca Juga: Israel Tepis Kecaman 14 Negara soal Permukiman Tepi Barat, Tuduh Diskriminasi terhadap Yahudi

Menurutnya, perluasan permukiman yang terus berlanjut semakin melemahkan kelayakan solusi dua negara, dengan Yerusalem diproyeksikan sebagai ibu kota masa depan bagi Israel dan Palestina.

Uni Eropa pun mendesak otoritas Israel untuk segera membatalkan rencana perluasan permukiman yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional. Seruan ini disampaikan menyusul percepatan dan peningkatan persetujuan rencana permukiman baru di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dalam beberapa bulan terakhir.

Arsip - Gedung markas Uni Eropa di Brussels, Belgia.  <b>(ANTARA)</b> Arsip - Gedung markas Uni Eropa di Brussels, Belgia. (ANTARA)

Selain itu, Uni Eropa menyerukan agar Israel memenuhi kewajibannya sesuai hukum internasional serta memastikan perlindungan bagi warga Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Siprus Yunani, Constantinos Kombos, melalui unggahan di platform media sosial X, menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.

Dalam percakapan tersebut, ketiganya menekankan pentingnya pendekatan diplomatik untuk meredakan eskalasi, sekaligus menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan.

TERKINI

Load More
x|close