Trump Ajak Pemimpin Dunia Bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza Pascaperang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 06:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajak lebih banyak pemimpin global untuk terlibat dalam badan yang ia namai Dewan Perdamaian (Board of Peace) guna menangani Gaza pascaperang. Sejumlah pemimpin dari Mesir, Turki, Argentina, dan Kanada dilaporkan telah diminta untuk berpartisipasi.

Pengumuman dari para pemimpin negara tersebut muncul setelah Trump sebelumnya menunjuk sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, serta perunding senior Jared Kushner dan Steve Witkoff.

Dikutip dari India Today, Senin, 19 Januari 2026, Trump menyatakan dirinya akan menjabat sebagai ketua badan tersebut, sembari mempromosikan visi pembangunan ekonomi yang menuai kontroversi bagi wilayah Palestina yang hancur akibat lebih dari dua tahun serangan Israel.

Inisiatif ini muncul setelah sebuah komite teknokrat Palestina yang direncanakan untuk mengelola Gaza menggelar pertemuan perdana di Kairo. Pertemuan tersebut dihadiri Kushner, menantu Trump, yang selama berbulan-bulan bekerja bersama Witkoff dalam menangani isu Gaza.

Baca Juga: Trump Ledek Macron dan Ancam Prancis Kena Tarif 25 Persen

Di Kanada, seorang ajudan senior Perdana Menteri Mark Carney menyatakan bahwa pihaknya berniat menerima undangan dari Trump. Sementara itu di Turki, juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Erdogan diminta menjadi “anggota pendiri” dewan tersebut. Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyebut Kairo masih “mempelajari” permintaan agar Presiden Abdel Fattah al-Sisi ikut bergabung.

Sambil membagikan foto surat undangan, Presiden Argentina Javier Milei menuliskan di platform X bahwa menjadi bagian dari inisiatif itu akan menjadi “sebuah kehormatan.”

Dalam pernyataan tertulis, Tony Blair menyampaikan apresiasi kepada Trump atas kepemimpinannya dalam membentuk Board of Peace dan menyatakan kehormatannya ditunjuk sebagai anggota Dewan Eksekutif. Blair dikenal sebagai figur kontroversial di Timur Tengah karena perannya dalam invasi Irak pada 2003. Trump sendiri tahun lalu mengatakan ingin memastikan Blair merupakan “pilihan yang dapat diterima oleh semua pihak."

Setelah meninggalkan Downing Street pada 2007, Blair selama bertahun-tahun terlibat dalam isu Israel–Palestina sebagai perwakilan Middle East Quartet yang terdiri dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia.

Dewan Perdamaian Gaza

Ilustrasi - Jalur Gaza luluh lantak setelah diserbu Israel tanpa jeda. /ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Jalur Gaza luluh lantak setelah diserbu Israel tanpa jeda. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Gedung Putih menyatakan Board of Peace akan menangani berbagai isu, mulai dari penguatan kapasitas tata kelola, hubungan regional, rekonstruksi, penarikan investasi, pembiayaan berskala besar, hingga mobilisasi modal.

Anggota lain yang telah diumumkan antara lain Presiden World Bank Ajay Banga, miliarder finansial AS Marc Rowan, serta Robert Gabriel.

Trump juga membentuk “Dewan Eksekutif Gaza” kedua yang tampaknya berfungsi sebagai badan penasihat. Hingga kini belum jelas pemimpin dunia mana yang diminta bergabung di masing-masing dewan. Gedung Putih menyatakan pengumuman anggota tambahan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Terima Hadiah Nobel Perdamaian dari Pemimpin Oposisi Venezuela, Ini Kata Trump

Washington menyebut rencana Gaza telah memasuki fase kedua implementasi gencatan senjata menuju pelucutan senjata Hamas. Pada Jumat lalu, Trump menunjuk Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers untuk memimpin International Stabilization Force yang bertugas menjaga keamanan di Gaza serta melatih kepolisian baru untuk menggantikan Hamas.

Jeffers, yang berasal dari satuan operasi khusus US Central Command (CENTCOM), pada akhir 2024 ditugaskan memantau gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Sementara itu, tokoh asal Gaza dan mantan wakil menteri Otoritas Palestina, Ali Shaath, sebelumnya ditunjuk memimpin komite pemerintahan.

Trump, yang dikenal sebagai pengembang properti, sebelumnya sempat melontarkan gagasan menjadikan Gaza yang hancur sebagai kawasan bergaya Riviera, meski kemudian menarik kembali seruan pemindahan paksa penduduk.

x|close