Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video viral memperlihatkan perempuan berhijab berpamitan kepada keluarganya di bandara untuk kembali ke Amerika Serikat dan mengaku akan bergabung dengan militer Negeri Paman Sam.
Unggahan tersebut ramai diperbincangkan karena memuat pernyataan yang menilai proses menjadi tentara di Indonesia lebih sulit dan membutuhkan biaya besar. Narasi dalam video menyebutkan bahwa perempuan bernama Syifa memilih bergabung dengan tentara Amerika Serikat.
Hal ini dilakukan karena pertimbangan penghasilan, jenjang karier, serta tantangan profesi. Pernyataan tersebut juga menyinggung pencabutan status kewarganegaraan Indonesia akibat bergabung dengan militer asing, disertai harapan dapat kembali menjadi Warga Negara Indonesia setelah masa dinas berakhir.
Akun Instagram @infokomando.official menjadi salah satu pengunggah video tersebut. Tayangan itu menampilkan perempuan berhijab yang mengaku sebagai WNI dan secara terbuka membandingkan proses masuk Tentara Nasional Indonesia dengan militer Amerika Serikat.
Baca Juga: Bahlil: Produksi Minyak Hilang 2 Juta Barel karena Ledakan Gas di Rokan, Bakal Ada Sanksi
“Jadi alasan aku kenapa mau jadi tentara Amerika, yang pertama adalah jadi tentara di Indonesia itu sulit guys, harus keluarin duit ratusan juta. Kedua karena kita semua pasti tau lah di sana itu penghasilannya lebih besar dan jenjang karier yang lebih pasti,” ujarnya dalam video tersebut.
“Ketiga, aku suka tantangan ya. Aku ingin terus belajar dan ngelakuin hal-hal baru yang gak bisa aku lakuin di Indonesia,” lanjut dia.
Selain itu, ia mengaku tertarik dengan tantangan dan kesempatan untuk terus belajar, meski harus kehilangan status kewarganegaraan Indonesia.
“Walaupun sekarang status WNI aku dicabut, tapi aku berharap suatu hari nanti aku balik lagi ke Indonesia sebagai warga sipil.”
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa pernyataan dalam video tersebut tidak berasal dari peristiwa nyata. Pemeriksaan melalui sejumlah situs pendeteksi konten kecerdasan buatan mengungkapkan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi Artificial Intelligence (AI).
Baca Juga: Prancis Dorong NATO Latihan Militer di Greenland
Kesimpulan tersebut memastikan bahwa sosok bernama Syifa dalam video viral tersebut bukan memberikan pernyataan asli, melainkan hasil rekayasa teknologi AI yang meniru wajah dan suara manusia.
Penyebaran video rekayasa itu berlangsung masif di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi publik. Banyak warganet mempercayai isi video tersebut tanpa menyadari bahwa kontennya tidak autentik.
Upaya memperkuat kesan kebenaran juga terlihat dari unggahan video lain yang menampilkan peristiwa nyata, yakni seorang perempuan WNI yang benar-benar menjadi anggota tentara Amerika Serikat dan diantar oleh kedua orang tuanya untuk berdinas. Penyandingan dua konten berbeda tersebut berkontribusi pada munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Salah satu akun pengunggah juga menyertakan pesan peringatan agar warganet lebih berhati-hati, karena konten viral tersebut berpotensi merupakan hasil AI dan bukan pernyataan murni dari sosok yang disebut bernama Syifa.
Viral Wanita Berhijab Pilih Jadi Tentara Amerika (Instagram)